Galakkan Ekonomi Kreatif, Pemkot Balikpapan Libatkan Anak Muda

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Tahun 2019 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan gencar menggalakkan ekonomi kreatif sebagai salah satu solusi menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Bahkan pada Hari Ulang Tahun kota Balikpapan pada tahun ini menekankan pada ekonomi kreatif yang melibatkan anak-anak muda.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengungkapkan, angka kemiskinan di kota Balikpapan mencapai 2 persen dan ekonomi kreatif menjadi salah satu solusi untuk menekan angka tersebut.

“Berkembangnya ekonomi kreatif, akan tercipta lapangan pekerjaan dengan sendirinya, karena masyarakat bisa bertahan dengan ekonomi kreatif tersebut,” jelasnya, Selasa (8/1/2019).

Pengembangan ekonomi kreatif, telah digencarkan sejak tiga tahun terakhir, dan tahun ini lebih digaungkan dengan melibatkan generasi muda atau anak muda yang kreatif.

“Anak-anak muda di kota kita ini banyak yang kreatif dan menggandrungi pembuatan aplikasi berbasis online. Ada juga yang usaha di bidang kuliner dan kriya,” tutur Rizal Effendi.

Disebutkannya, hampir 60 persen turis yang datang ke Kaltim melalui Balikpapan. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif.

“Mereka yang menganggur atau pun korban PHK bisa memanfaatkan peluang dengan menjadi pelaku UMKM melalui pengembangan ekonomi kreatif. Menggandeng anak-anak muda yang menggandrungi pembuatan aplikasi dan kreativitas kaum ibu dalam industri kriya,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai anggaran yang dikeluarkan untuk pengembangan ekonomi kreatif, Rizal pun enggan menyampaikan.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Dr. H. Isran Noor, mengatakan, beberapa tahun terakhir ini, Kaltim mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Contohnya, ketika Kaltim mengalami penurunan penerimaan yang bersumber dari minyak dan gas (migas), serta batu bara, royalti menurun.

Akibatnya berdampak pada penerimaan daerah dari pemerintah pusat. Bahkan tahun 2017-2018 mengalami titik paling bawah hanya mencapai Rp7,2 triliun.

“Kaltim sebagai provinsi yang kaya dengan potensi SDA harus bisa dioptimalkan sehingga mampu menopang percepatan pembangunan. Muaranya untuk mensejahterakan masyarakat serta kemajuan Kaltim,” ujarnya.

Untuk mengolah potensi unggulan yang ada perlu dilakukan terobosan. Isran melanjutkan, harus menciptakan karya dan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung bangkitnya perekonomian daerah yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sepuluh tahun yang akan datang, sumber daya alam ekstraktif tidak banyak lagi berperan. Seperti minyak, gas, dan batu bara. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh stake holders membantu menemukan solusi untuk ini,” tandas Isran Noor.

Lihat juga...