Gubernur DKI: Razia Hewan Rabies Bukan Kurangi Populasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

176

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, razia hewan penular rabies (HPR) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukanlah untuk mengurangi populasi kucing di Jakarta.

Namun razia tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit rabies yang ditularkan melalui hewan-hewan itu. Bukan bagian dari pengurangan populasi kucing. Sebab fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni menekan angka penyakit menular dari kedua binatang tersebut yakni rabies.

“Nggak, bukan pengurangan. Kalau itu tidak, yang penting adalah tidak ada penyakit menular. Tidak ada masalah kesehatan dan biarkan populasi tumbuh secara natural,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengaku, telah menerima aduan masyarakat mengenai kebersihan lingkungan lantaran terdapat banyak kucing liar.

“Apalagi di sekitar pasar-pasar. Kita juga banyak menerima keluhan dari warga untuk binatang yang tidak dirawat di lingkunganya, supaya ada yang mengambil. Ini juga makhluk yang punya perasaan yang juga membutuhkan kasih sayang. Karena itu dekati juga dengan pendekatan perasaan dan kasih sayang,” kata Anies.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu ingin, permasalahan terhadap kucing dan anjing yang tidak berkepemilikan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Pasalnya, kedua binatang tersebut banyak yang tertarik untuk merawat sebagai peliharaan.

“Karena itu ajak mereka untuk terlibat. Tidak mungkin dalam urusan seperti ini pemerintah bekerja sendirian. Justru malah tidak efektif. Warga bisa membantu di dalam merawat binatang, apalagi kucing,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengizinkan masyarakat untuk kembali merawat dan mengadopsi kucing hasil razia Pemprov DKI Jakarta terhadap hewan liar. Dia mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melibatkan beberapa komunitas pecinta hewan untuk ikut terlibat dalam perawatan hewan mamalia hasil razia tersebut.

“Saya ini mengalami, di rumah, beberapa waktu lalu kira-kira dua bulan, ada kucing yang mengalami kekerasan sampai kakinya rusak dan harus diamputasi. Lalu ditawarkan siapa yang ambil. Lalu kami ambil untuk diadopsi. Seperti ini mudah sekali terjadi. Tidak harus negara yang mengadopsi, bisa banyak sekali orang,” paparnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga menginginkan, kucing dan anjing di Jakarta diperlakukan dengan baik. Hal ini menyusul protes sejumlah akun di media sosial terkait rencana Pemprov DKI melakukan penangkapan terhadap anjing dan kucing liar.

Anies pun telah memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI untuk menunda rencana penangkapan. Dia meminta jajarannya menggandeng komunitas untuk mengendalikan potensi penyakit dari hewan penular rabies.

“Jadi saya sampaikan, nomor satu bahwa seluruh rencana penangkapan dan lain-lain dihentikan dulu, ditunda. Yang kedua, binatang ini memiliki banyak sekali komunitas pecinta yang siap merawat, siap untuk terlibat, karena itu ajak mereka untuk terlibat,” kata Anies.

Sebelumnya, Dinas KPKP menggelar sosialisasi kepada warga tentang perawatan HPR pada Selasa (8/1/2019).

Setelah menggelar sosialisasi, rencananya Dinas KPKP akan menangkap anjing dan kucing liar. Namun, pagi harinya, Anies meminta penangkapan dibatalkan, menyusul ramainya protes sejumlah akun di media sosial.

Baca Juga
Lihat juga...