Harga Ayam Potong di Purwokerto Bertahan Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

338
Sri Rahayu, pedagang ayam di Pasar Manis Purwokerto mengeluh stok pembelian ayam dibatasi, sehingga harga ayam masih tinggi. Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO — Meski libur panjang Natal dan tahun baru sudah usai, namun harga ayam potong di Pasar Manis Purwokerto masih tinggi dan bertahan di Rp42 ribu per kilogram. Pedagang berdalih permintaan ayam masih tinggi, sementara pasokan terbatas.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Manis, Sri Rahayu mengatakan, pengepul membatasi maksimal hanya 20 ekor per pedagang. Padahal permintaan masih tinggi, meskipun tidak sebanyak saat masih libur panjang kemarin.

ʺNormalnya kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Dari pengepul, pengambilan kita sudah dibatasi, maksimal 20 ekor per hari,ʺ katanya, Rabu (2/1/2019).

Menurut Sri Rahayu, pada hari biasa, tidak ada pembatasan pembelian. Ia mengaku tidak tahu alasan pastinya, kemungkinan karena memang stok yang sedang tidak terlalu banyak, sehingga ada pembatasan supaya semua pedagang kebagian. Atau upaya pengepul untuk mendongkrak harga ayam.

Pedagang ayam lainnya, Marni mengatakan, ia biasanya menjual 30-40 ekor ayam per hari. Namun, karena stok terbatas, sekarang ia hanya menghabiskan 20 ekor ayam per hari.

ʺBiasanya saya jualan pagi dan baru tutup di atas jam 14.00 WIB, sekarang jam 12.00 Wib sudah tutup, karena dagangan habis,ʺ tuturnya.

Marni menambahkan, sebenarnya saat ini permintaan sudah normal, walaupun ada kenaikan pemintaan, tidak begitu banyak. Para pembeli juga banyak yang protes karena setelah tahun baru, harga ayam masih tinggi.

ʺDari pengepulnya harga masih tinggi dan pembelian juga dibatasi, ya saya hanya ikut saja. Kalau dijual murah, nanti saya yang rugi,ʺ katanya.

Selain ayam, harga telor juga masih tinggi, yaitu masih Rp 25 ribu per kilogram. Harga telor ini sudah turun, sebelumnya menjelang tahun baru kemarin, Rp28 ribu per kilogram.

Menurut pedagang telor, Solihin, harga normalnya Rp20 ribu per kilogram. ʺSekarang sudah mulai turun, tetapi masih sedikit, mungkin 2-3 hari ke depan atau minggu depan baru normal,ʺ tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...