Harga Minyak Melonjak Setelah Merosotnya Persediaan AS

Kilang minyak lepas pantai, ilustrasi - Dok: CDN

NEW YORK — Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mengirim minyak mentah di sebuah pasar bullish untuk kenaikan 23 persen dari posisi terendah pada Desember, karena persediaan minyak mentah AS jatuh pekan lalu.

Persediaan minyak mentah komersial AS turun 1,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 4 Januari. Pada 439,7 juta barel, persediaan minyak mentah AS berada sekitar delapan persen di atas rata-rata lima tahun untuk sepanjang tahun ini, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan mingguan pada Rabu (9/1).

Penurunan persediaan terjadi di tengah meningkatnya impor minyak mentah, yang mencatat rata-rata 7,8 juta barel per hari pada pekan lalu, kata laporan itu, lebih lanjut mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan di seluruh dunia.

Selama empat minggu terakhir, impor minyak mentah AS rata-rata mencapai sekitar 7,6 juta barel per hari, 3,6 persen lebih rendah dari periode empat minggu yang sama tahun lalu.

Momentum positif untuk minyak mentah juga didorong oleh pasar saham yang positif, yang terangkat oleh harapan-harapan hasil baik dari perundingan perdagangan yang baru saja selesai antara pejabat-pejabat perwakilan dagang Amerika Serikat dan China di Beijing, Kementerian Luar Negeri China mengkonfirmasi pada Rabu (9/1).

Hasil dari pembicaraan “akan segera keluar,” juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan kepada wartawan, menambahkan “Saya percaya jika mereka adalah hasil yang baik, tidak hanya China dan AS, tetapi juga ekonomi dunia, akan mendapat keuntungan.” “Pembicaraan dengan China berjalan sangat baik!” Presiden AS Donald Trump men-tweet pada Selasa (8/1) pagi, tanpa memberikan rincian.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 2,58 dolar AS menjadi menetap pada 52,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 2,72 dolar AS menjadi ditutup pada 61,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. [Ant]

Lihat juga...