Hati-hati, Ada 84 Nomor Telepon Oknum KPK Gadungan

149
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah – Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengidentifikasi keberadaan 84 nomor telepon, yang diduga digunakan oknum KPK gadungan.

“Dari sejumlah pelaporan yang masuk ke KPK, dan proses telaah yang dilakukan, kami mengidentifikasi 84 nomor telepon yang diduga digunakan para oknum KPK gadungan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (10/1/2019).

Menurut Febri, di antara nomor telepon itu, ada yg sangat mirip dengan nomor telepon KPK. Namun jika dicermati lagi, berbeda di kode awal. Nomor-nomor tersebut seperti +02 021 2557 8300, +02125578300 +622125578300, +2125578300, dan+012125578300.

KPK memastikan, nomor-nomor tersebut tidak berasal, dan bukan nomor KPK, walaupun ada kesamaan angka. KPK mengimbau, masyarakat waspada dan berhati-hati. “Jika ragu dapat menghubungi call center 198, atau telepon pengaduan masyarakat di 021-25578389,” tambah Febri.

Sementara, jika ada perbuatan yang sifatnya mengancam dan pemerasan, agar dilaporkan segera ke aparat penegak hukum setempat. Contoh modus yang digunakan oknum KPK gadungan, diantaranya, menanyakan identitas korban secara lengkap seperti nama, alamat, dan nomor KTP.

“Memberitahukan atau memperingatkan korban, telah menyalahgunakan pembukaan rekening Bank BCA/Bank Mandiri/Bank Mega di Kota Balikpapan, di mana menurut pengakuan korban, korban tidak pernah melakukan pembukaan rekening di kota tersebut,” tambah Febri.

Selanjutnya, pelapor menginformasikan, bahwa oknum KPK gadungan tersebut mengaku atas nama Ika Putri Lestari dan Muhammad Bambang Saputra. “Dalam teleponnya tersebut, oknum KPK gadungan tersebut menyampaikan informasi kepada korban, bahwa di rekening milik korban terdapat uang masuk senilai Rp16 miliar yang diduga terkait dengan pencucian uang,” kata Febri.

Kemudian, oknum tersebut menawarkan korban untuk membantunya melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. “Pada beberapa korban, bahkan ada yang mengaku pihak Polda Metro Jaya saat menghubungi,” ujar Febri lagi.

Selain itu, ada pelapor yang sudah mentransfer uang sesuai dengan permintaan oknum yang mengaku-ngaku tersebut, nilainya bervariasi, Rp14 juta, Rp1 juta, dan Rp350 ribu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...