Indonesia-Turki Gelar Perundingan Kemitraan Ekonomi Putaran Ketiga

233
Pertemuan IT CPA - Foto kemendag.go.id

JAKARTA – Indonesia dan Turki kembali bertemu dalam Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT CEPA). Pertemuan ketiga kedua negara, digelar di Jakarta 24-25 Januari 2019. Pertemuan tersebut, sebagai akselerasi perundingan dagang kedua negara.

“Indonesia sebagai tuan rumah menekankan pentingnya perundingan berjalan konstruktif, membahas isu-isu penting dalam keenam kelompok kerja,” kata Direktur Perundingan Bilateral, sekaligus pemimpin delegasi Indonesia, Ni Made Ayu Marthini, Sabtu (26/1/2019).

Kedua pihak pada putaran kali ini, berhasil menyelesaikan kerangka acuan pedoman perundingan ke depannya. Perundingan tersebut, merupakan kelanjutan perundingan putaran sebelumnya yang dilaksanakan di Ankara, Turki pada 28-30 Mei 2018.

Pada kesempatan tersebut, enam kelompok kerja bertemu untuk membahas berbagai isu terkait perdagangan barang.  Seperti akses pasar dan draf teks, bea cukai dan fasilitas perdagangan (CTF), trade remedies (TR), hambatan teknis perdagangan (TBT), sanitasi dan fitosanitasi (SPS), serta isu legal perjanjian.

Perundingan putaran ketiga, merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah, untuk peningkatan kerja sama ekonomi. Terutama dengan berbagai negara mitra dagang, untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Perundingan IT CEPA, juga dapat menjadi jalan untuk memenuhi target nilai perdagangan yang telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada saat kunjungan ke Turki, Juli 2017 lalu, yaitu 10 miliar dolar AS pada 2023.

“Meskipun data total perdagangan Indonesia-Turki menunjukkan peningkatan yang konsisten selama tiga tahun terakhir, namun kami yakin masih belum merefleksikan potensi sesungguhnya yang dimiliki kedua negara,” ujar Made.

Singkatnya, masih banyak potensi dan ruang untuk pengembangan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki. Perjanjian ini nantinya mendorong hal tersebut. Made menyebut, perundingan CEPA dilakukan secara inkremental, dengan tahap awal di bidang perdagangan barang. Kemudian dilanjutkan pada bidang perdagangan jasa, investasi, dan bidang lain, yang ditentukan kemudian.

Perundingan kali ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di Turki. Hal itu dapat dicapai, dengan cara mengeliminasi hambatan perdagangan kedua negara, baik hambatan tarif maupun nontarif. (Ant)

Lihat juga...