Irigasi Diduga Bocor, Petani Pesisir Tangerang Kesulitan Air

214
Ilustrasi irigasi - Foto: Dokumentasi CDN.

TANGERANG – Petani di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, seperti di Kecamatan Teluknaga dan Kosambi kesulitan air. Kondisi tersebut diakibatkan, saluran irigasi setempat mengalami kekeringan.

“Padahal saat ini musim hujan, sawah tidak dapat diairi dan khawatir panen tidak maksimal,” kata Jumadi, seorang petani di Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga di Tangerang, Senin (14/1/2019).

Jumadi mengatakan, petani dan warga mengalami krisis air di saluran irigasi, walau musim hujan belum berakhir. Air di saluran irigasi, selain untuk mengairi sawah juga dimanfaatkan untuk mencuci dan kebutuhan mandi penduduk setempat. Kendala air tersebut, menimpa warga yang tinggal di Desa Bojong Renged, Rawa Rengas dan Rawa Burung, Kecamatan Teluknaga serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Kosambi.

Rahiman (51), warga Desa Rawa Burung dan Syamsul (41), penduduk Desa Rawa Rengas yang setiap hari membutuhkan air dari saluran irigasi setempat, membenarkan informasi kekeringan yang dialami tersebut. Krisis air, dialami penduduk sejak 10 hari terakhir. Warga telah mempertanyakan kondisi tersebut, kepada aparat terkait, seperti petugas Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPT) Pertanian dan camat setempat.

Namun belakangan, ini sebagian saluran dipenuhi sampah akibat dibuang sembarangan oleh warga. Perlu ada bak penampung, agar sampah tidak dilempar begitu saja ke irigasi. Camat Teluknaga, Supriyadi, mengatakan, perlu ada koordinasi dengan instansi terkait, yang berwenang mengurus irigasi agar penduduk tidak mengalami kesulitan.

Dari analisa pihak kecamatan, saluran mengalami kekeringan dapat saja akibat ada kebocoran di titik-titik tertentu. Hal itu, mengakibatkan air yang dialirkan dari Sungai Cisadane tidak sampai ke hilir. Mengenai usulan pembuatan bak penampung sampah dipinggir irigasi, agar warga tidak membuang sembarangan. Hal itu, perlu disampaikan ke aparat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat.

Belakangan ini memang warga ada juga yang mengeluhkan kebocoran saluran irigasi, mereka ada yang berupaya menambal bagian lubang tapi karena jumlahnya banyak menyebabkan air merembes ke tempat lain. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...