Jaga Stabilitas Harga, Bulog Banyumas Luncurkan KPSH

Editor: Mahadeva

452

BANYUMAS – Untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan pangan berharga wajar di masyarakat, Bulog Sub Divre IV Banyumas, Jumat (4/1/2019), meluncurkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Program tersebut di launching di Gudang Bulog Klahang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Kabulog Sub Divre IV Banyumas, Sony Supriyadi 1 – Foto Hermiana E Ef

Program tersebut, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan beras jenis medium di masyarakat. Kabulog Sub Divre IV Banyumas, Sony Supriyadi, mengatakan, saat ini di level petani, sedang tidak ada panen, hingga dua bulan ke depan. Hal tersebut mendorong munculnya rasa khawatir, terjadi kenaikan harga beras. Hal itulah yang mendorong Bulog Divtre IV Banyumas, menyalurkan beras medium ke seluruh wilayah, dengan harga Rp8.100 per kilogram.

ʺPanen masih sekitar dua bulan lagi, antara akhir Februari hingga awal Maret. Karena itu kita gencarkan penyaluran beras medium, yang harganya di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi). Untuk toko atau kios atau pedagang beras, diharapkan menjual maksimal dengan harga Rp9 ribu per kilogram,ʺ terangnya, Jumat (4/1/2019).

Untuk beras medium, Bulog Banyumas mempunyai stok 17 ribu ton. Sehingga diharapkan, desa-desa melalui BUMDes bisa menjalin kerjasama dengan Bulog, untuk menyalurkan beras medium ke masyarakat.

Hal itu, sesuai dengan MoU, antara Gubernur Jateng dan Kepala Bulog pusat. ʺNovember 2018, sudah dilakukan MoU antara Gubernur Jateng dengan Kepala Bulog, untuk menyalurkan beras medium ke desa-desa, tetapi sampai sekarang di wilayah kita belum berjalan. Kita sedang berupaya untuk mendekati desa-desa,ʺ tambah Sony.

Untuk peluncuran perdana, Bulog menyalurkan lima ton beras medium, ke Pasar Manis, Pasar Wage dan beberapa Rumah Pangan Kita (RPK). Selain beras, Bulog juga menyediakan bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, tepung terigu, daging kerbau serta beras premium.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Yunianto, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantaun harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas). Pemantauan harga tersebut, terhubung secara online, dengan Dinperindag Propinsi Jateng dan Kementrian Perdagangan. Menurutnya sampai saat ini belum ada lonjakan harga kepokmas.

ʺSampai saat ini belum ada lonjakan harga kepokmas. Pemantauan ini merupakan bentuk pengawasan terhadap harga-harga kepokmas dan jika ada lonjakan harga, kita langsung koordinasi dengan pihak terkait, misalnya harga beras, kita koordinasi dengan Bulog Banyumas dan Dinas Pertanian. Pemantauan harga ini dilakukan pada tujuh pasar tradisional di Banyumas,ʺ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...