Jembatan Musi IV Mulai Dibuka untuk Umum

291
Ilustrasi - proses pembangunan Jembatan Musi IV [pu.go.id]

PALEMBANG — Jembatan Musi IV, Palembang, Sumatera Selatan, resmi dibuka untuk masyarakat umum, Kamis (3/1/2019), untuk uji coba manajemen lalu lintas di kawasan Jalan Slamet Riyadi (seberang ilir) ke Jalan KH Azhari (seberang ulu).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi IV Suwarno mengatakan uji coba untuk pengambilan data ini akan dilakukan selama dua hari atau setidaknya hingga Senin (7/1), karena hari tersebut diperkirakan bakal ramai mengingat siswa mulai masuk sekolah.

“Nanti pada hari Selasa akan dilakukan rapat dengan seluruh instansi terkait, mau seperti apa pengaturan jalan melalui Jembatan Musi IV ini,” kata dia.

Menurut Suwarno, fokus utama dari pemerintah yakni menjaga lalu lintas di sekitar jembatan tetap lancar, mengingat di Jalan KH Azhari terdapat penyempitan karena belum tuntasnya proses pembebasan lahan. Pembebasan lahan ini menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Ini yang memang menjadi konsen kami, karena lebar jalan di Jalan Slamet Riyadi itu 14 meter tapi kemudian menyempit menjadi enam meter saja di Jalan KH Azhari-nya,” kata dia.

Pantauan di lokasi, Jembatan Musi IV ini resmi dibuka untuk masyarakat umum pada pukul 07.00 WIB. Sejumlah petugas kepolisian tampak aktif memberikan informasi ke masyarakat yang melalui Jalan Slamet Riyadi menggunakan pengeras suara untuk melintas ke jembatan ini.

“Silakan, yang ingin ke Seberang Ulu melewati Jembatan Musi IV, sudah bisa digunakan,” kata petugas menginformasikan ke pengguna jalan.

Jembatan Musi IV mulai dikerjakan pada akhir 2016 dengan target selesai pada akhir Desember 2018. Pengerjaan kontruksi jembatan dengan model “exstradosed” ini sebenarnya sudah selesai di November 2018, namun baru resmi bisa digunakan masyarakat pada Januari 2019.

Menurut Suwarno, jembatan ini direncanakan akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, sambil menunggu, akan dilakukan terlebih dahulu “soft lauching” dalam waktu dekat.

Turun 30 persen Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison, yang dijumpai di lokasi, mengatakan, sejumlah petugas ditempatkan di tujuh titik untuk memantau alur lalu lintas di Jalan Musi IV ini.

“Kami ingin mengumpulkan data, berapa banyak kendaraan yang melintas per jam, tingkat kemacetan, dan perbandingan kendaraan yang melintas di Jembatan Ampera dengan Jembatan Musi IV ini,” katanya.

Menurutnya, data ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan bahan evaluasi, mengingat pemerintah menargetkan terjadi penurunan kemacetan di Jembatan Ampera sekitar 30 persen atau sesuai dengan analisis.

“Dua hari ini akan kami lihat, jika ramai dan Jalan KH Azhari tidak bisa menampung maka akan kami berlakukan aturan satu arah,” kata dia.

Ia menjelaskan, pada pukul 06.00-09.00 WIB untuk kendaraan dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir,dan pukul 17.00-19.00 WIB dari Seberang Ilir ke Seberang Ulu.

“Tapi kami akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu jika Jembatan Musi IV ini sudah bisa dipakai,” kata dia.

Jembatan Musi IV dibangun untuk sisi hulu di Kelurahan 14 Ulu dan sisi hilir di kawasan Pasar Kuto dengan panjang 635 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 16,88 meter yang dihitung dari permukaan air sungai dengan titik terbawah jembatan.

Jembatan Musi IV akan berbentuk “extradosed” dan dinyakini memiliki kontruksi badan jembatan yang lebih kuat.

Pembangunan jembatan ini untuk mengurangi beban Jembatan Ampera yang sementara ini menjadi satu-satu akses menuju Kompleks Olahraga Jakabaring (Jakabaring Sport City), selain Jembatan Musi II dan Duplikat Jembatan Musi II. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...