Jenang Jaket Khas Banyumas, Manis Gula Jawa

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Bentuknya kecil, berwarna coklat kehitaman dan ditaburi biji wijen. Saat digigit, rasa manis gula kelapanya sangat terasa. Itulah Jenang Jaket, hidangan wajib saat masyarakat Kabupaten Banyumas menggelar hajatan, mulai dari sunatan, pernikahan hingga syukuran.

Makanan yang berbahan baku utama tepung ketan, gula merah dan santan kelapa ini, juga selalu diburu orang dari luar kota untuk oleh-oleh. Disebut ‘jenang jaket’, karena makanan ini dibalut dengan wijen dan dibungkus dengan plastik kecil-kecil, sehingga seperti berjaket.

Terbuat dari campuran tepung ketan, santan kelapa, gula jawa dan wijen. Rasanya pun manis, gurih dan kenyal, disertai aroma khas wijen.

Ada juga yang mengatakan, nama jenang jaket dari singkatan nama-nama bahan bakunya, yaitu tepung beras ketan. Namun yang pasti, camilan manis ini sudah ada sejak puluhan tahun, dan masih bertahan hingga sekarang, pusatnya di kompleks Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Limin, salah satu pekerja di Jenang Jaket, mengatakan, jenang jaket sudah dikenal sejak 1980-an. Awalnya adalah industri rumah tangga kecil, sekarang sudah berkembang pesat dan banyak yang membuat serta membuka toko jenang jaket.

Omzet penjualan jenang jaket ini biasanya naik dratis saat menjelang Lebaran. Para pemudik banyak yang singgah untuk membeli jenang jaket. Kemudian saat liburan sekolah serta saat musim orang hajatan.

ʺKalau lagi ramai, menjelang Lebaran, misalnya, produksi bisa satu ton jenang per hari. Pekerjanya juga ditambah. Tetapi kalau sedang biasa seperti sekarang, sehari hanya produksi sekitar dua kwintal,ʺ kata Limin, Sabtu (12/1/2019).

Untuk mengolah jenang jaket, dibutuhkan waktu cukup lama. Adonan tepung beras, gula dan santan harus dimasak dalam wajan berukuran besar.

Cara memasaknya juga menggunakan tungku berukuran besar. Adonan tersebut terus diaduk selama kurang lebih tiga jam, hingga mengental. Semakin lama, mengaduknya semakin berat, karena adonan mengental, sehingga semua pekerja pengolahan laki-laki.

Salah satu konsumen, Hutrianto mengatakan, membeli jenang jaket untuk oleh-oleh keluarga dari luar kota. Selain enak, harganya juga terjangkau, untuk kemasan plastik kecil berisi 20 buah, harganya Rp15 ribu. Harga per kilogram dipatok Rp30 ribu untuk jenang jaket polos tanpa wijen, dan Rp32 ribu per kilogram untuk jenang jaket wijen.

ʺManisnya terasa sekali gula jawa, tanpa pemanis buatan, jadi keluarga sangat suka, apalagi kalau orang asli Banyumas yang tinggal di luar kota, pasti selalu mencari jenang jaket saat pulang,ʺ tuturnya.

Lihat juga...