Jonan: Pemerintah Siap Penuhi Kebutuhan Jaringan Gas Pasuruan

Menteri ESDM, Ignasius Jonan - Dok. CDN

PASURUAN — Pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, siap memenuhi kebutuhan jaringan gas di seluruh Kota Pasuruan, Jawa Timur, mengingat realisasi saat ini sebanyak 6.314 sambungan di wilayah itu dianggap kurang memenuhi.

“Sebenarnya kebutuhannya lebih dari 6.314 jaringan gas. Jadi Pak Wakil Wali Kota Pasuruan mohon untuk kirimkan data ke kami untuk bisa ditindaklanjuti dalam lima tahun ke depan,” katanya usai peresmian jaringan gas (jargas) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Salafiyah Kota Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (8/1/2019).

Jonan mengatakan secara total pemerintah telah menargetkan untuk akhir tahun 2018 ada 89.727 sambungan jargas di tingkat rumah tangga, dan tahun depan akan ditingkatkan hingga ratusan ribu sampai 1 juta sambungan rumah tangga.

“Oleh karena itu, untuk Kota Pasuruan kami minta bisa mengajukannya lagi agar semua masyarakat di sini terpenuhi dan tersambung jargas,” kata Jonan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo yang hadir dalam peresmian itu menyebutkan total ada sekitar 57.686 rumah tangga yang belum dapat sambungan dalam Program Jargas tahun 2018.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah pusat agar menambah program itu kembali di Kota Pasuruan tahun 2019, agar semua masyarakat bisa terlayani.

Untuk saat ini, kata dia, total yang sudah tersambung dengan jargas sebanyak 6.314 rumah tangga di delapan kelurahan, di antaranya Banggilan, Karanganyar, Kebonsari, Gadingrejo, Genting, dan Kebonagung.

Program Jargas merupakan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama lapisan menengah ke bawah.

Program ini memiliki dampak penghematan baik dari sisi konsumen maupun pemerintah, sebab penggunaan jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp90 ribu per bulan per keluarga.

Jargas juga lebih praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman, dibandingkan tabung elpiji tiga kg. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi elpiji tiga kg dalam APBN. (Ant)

Lihat juga...