hut

Jumlah Korban DBD di Kupang Terus Meningkat

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN

KUPANG – Jumlah korban penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Semenjak Kamis (24/1/2019), telah ditetapkan Kejadian Luar Biasa DBD di daerah tersebut.

Kabid Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, mengatakan, sampai dengan Sabtu (26/1/2019), jumlah korban telah mencapai 157 orang. Korban tersebar di 40 dari 51 kelurahan. “Data korban DBD sampai dengan laporan yang kami terima jumlahnya mencapai 157 kasu, tersebar di 40 kelurahan di Kota Kupang,” ungkapnya, Minggu (27/1/2019).

Jumlah tersebut meningkat drastis, jika dibandingkan dengan kondisi di Jumat (25/1/2019), yang tercatat, penderita DBD ada 134 kasus. Sampai saat ini, belum ada korban jiwa akibat kasus tersebut. Setiap pasien DBD, langsung ditanggani dengan baik oleh setiap rumah sakit yang ada di Kota Kupang.

Lebih lanjut disebutnya, ada instruksi langsung dari Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, agar setiap RS bekerja keras menangani kasus DBD, agar tidak timbul korban jiwa. Saat ini, seluruh petugas kesehatan terus melakukan kunjungan ke rumah-rumah, memeriksa jika ada warga yang terserang DBD. Dengan upaya tersebut, setiap ada penderita langsung dibawa ke rumah sakit.

Untuk pencegahan, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Puskemas, turun ke masyarakat untuk menabur bubuk abate. Yang menjadi sasaran, tempat penampungan air milik warga. Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengatakan, penderita DBD akan mendapat prioritas pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas. Hal itu untuk, mengantisipasi adanya korban meninggal.

“Apabila ada pasien DBD yang membutuhkan perawatan medis maka harus segera ditangani segera, guna mengantisipasi kondisi terburuk terhadap penderita. Apabila perlu ditangani di ruangan Intensive Care Unit (ICU), maka harus dilakukan demi menyelamatkan nyawa penderita,” ujarnya.

Penanganan KLB di Kota Kupang, perlu dilakukan secara serius, guna mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD. Di ibu Kota Provinsi NTT tersebut, jumlah kasus terus meningkat selama tiga pekan terakhir. (Ant)

Lihat juga...