Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Bakauheni, Melonjak

Editor: Koko Triarko

193

LAMPUNG – Seiring berakhirnya libur sekolah, Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, arus penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, meningkat.

General Manager PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Hasan Lessy, menyebut arus penumpang mengalir dari pulau Sumatra menuju pulau Jawa. Selain penumpang pejalan kaki, lonjakan arus penumpang kendaraan roda dua dan roda empat juga terlihat mengalir.

Hasan Lessy, General Manajer PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni -Foto: Henk Widi

Hasan Lessy menyebut, sesuai prediksi lonjakan angkutan liburan terjadi pada Sabtu (5/1) dengan penumpang menyeberang dari Bakauheni menuju ke Merak mencapai 8.000 orang.

Meski demikian, Hasan Lessy menyebut arus kedatangan penumpang masih mengalir dengan jumlah mencapai 5.000 orang. Lonjakan arus penumpang pejalan kaki terjadi sejak pagi di loket penumpang pejalan kaki untuk membeli tiket.

Menurut Hasan Lessy, dominan penumpang pejalan kaki yang menyeberang merupakan warga yang menghabiskan waktu liburan. Sebagian penumpang merupakan warga yang akan kembali beraktivitas pada Senin (7/1/2019) besok.

Sebagai antisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada akhir liburan, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyiagakan 24 Kapal Roll on Roll off (Roro) dengan trip per hari mencapai 20 trip.

“Sebagian penumpang yang kembali ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni, umumnya memilih kembali sehari sebelum kembali masuk kerja dan atau masuk sekolah, sehingga lonjakan penumpang masih terjadi di loket pembelian tiket,” terang Hasan Lessy, Minggu (6/1/2018).

Hasan Lessy menyebut, sesuai data harian angkutan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, telah diseberangkan 5.000 penumpang sehari.

Kendaraan pribadi yang menyeberang mencapai 1,000 kendaraan pribadi, roda dua 918 sepeda motor. Sebanyak 6 dermaga meliputi 5 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif disediakan untuk melayani pengguna jasa.

Sejumlah fasilitas yang disediakan untuk melayani penumpang  sebanyak 10 loket. Loket dengan alat Electronic Data Capture (EDC) yang biasanya hanya 5 unit, diberi tambahan untuk mengantisipasi antrean.

Selain loket untuk pejalan kaki, fasilitas loket kendaraan disediakan 8 loket kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Khusus untuk dermaga eksekutif, 3 loket disediakan melayani kendaraan yang akan naik kapal eksekutif.

Arus kedatangan penumpang pejalan kaki yang membeli tiket di loket penumpang pejalan kaki, kata Hasan Lessy, disediakan fasilitas untuk membeli uang elektronik.

Sebagian besar penumpang pejalan kaki dominan sudah memiliki uang elektronik yang dikeluarkan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara), di antaranya BRI, BNI, Mandiri dan BTN.

Calon penumpang yang sudah memiliki uang elektronik selanjutnya bisa langsung membeli tiket elektronik atau melakukan isi ulang (top up).

“Ada sejumlah petugas yang disiagakan, sehingga calon penumpang tidak kesulitan untuk mengisi ulang uang elektronik yang sudah dimilikinya,” beber Hasan Lessy.

Petugas pengisian uang elektronik, Mario Marbun, menyebut, sejak digunakan pada 15 Agustus 2018, sudah banyak memiliki uang elektronik.

“Pada loket penjualan tiket disediakan beberapa konter penjualan tiket elektronik untuk proses pengisian ulang. Selama enam bulan diterapkan, sebagian besar penumpang sudah memiliki uang elektronik dari sejumlah bank. Kondisi tersebut memperlancar arus penyeberangan menggunakan kapal,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...