Kader Partai Berkarya Harus Menerapkan Konsep Pembangunan Presiden Soeharto

Editor: Mahadeva

6.965

MALANG – Kader Partai Berkarya, harus bisa meluruskan kembali arah pembangunan di Indonesia. Konsep pembangunan bangsa dan negara, harus diarahkan kembali kepada konsep pembangunan yang telah terbukti berhasil dan pernah dilaksanakan di era kepemimpinan presiden Soeharto.

“Partai Berkarya meskipun merupakan partai baru, namun memiliki warisan pengalaman dari almarhum presiden Soeharto, sebagai inspirator Partai Berkarya, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, saat meresmikan Posko Berkarya untuk Prabowo-Sandi (PADI) di Malang, Sabtu (19/1/2019).

Partai Berkarya lahir dari adanya semangat, untuk mengentaskan berbagai masalah yang mendera bangsa dan negara. Sudah sering terdengar keluhan masyarakat di tingkat bawah, yang pada umumnya, mereka merasakan sulitnya perekonomian. Dimana-mana, harga kebutuhan pokok semakin mahal.

Belum lagi lapangan kerja yang sulit didapatkan oleh anak-anak muda lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi.  “Dulu ada yang janji akan menciptakan 10 juta lapangan kerja, tapi nyatanya tidak ada. Kalau pun ada, lapangan kerja tersebut diberikan kepada aseng,” tegasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) mendapatkan cinderamata Topeng Malang – Foto Agus Nurchaliq

Selain itu, merajalelanya peredaran narkoba hingga ke pelosok pedesaan, juga sudah sangat mengkhawatirkan. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin juga semakin melebar, dimana kesemuanya itu merupakan akumulasi dari kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Kebijakan impor beras, gula, hingga impor garam dan dibukanya impor komoditi buah-buahan, bawang dan daging, merupakan salah satu contoh kebijakan yang tidak pro rakyat. “Dulu ada yang janji,  selama tiga tahun akan swasembada padi, jagung, kedelai. Tapi sekarang sudah tahun kelima masih tetap saja impor,” tandasnya.

Itu semua menurut Titiek Soeharto, adalah persoalan kasat mata, yang bisa didengar dan dilihat dari kondisi masyarakat belakangan ini. Semua itu, menjadi catatan penting bagi semua jajaran Partai Berkarya.  Presiden Soeharto sebagai inspirator Partai Berkarya, telah mewariskan berbagai konsep jitu dan telah berhasil nyata dijalankan.

“Partai Berkarya memiliki visi, misi dan ideologi yang sangat relevan dengan tujuan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Ideologi yang mengedepankan pemenuhan dasar masyarakat, meliputi kebutuhan pangan, rumah, pendidikan, kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat dan terus menciptakan peluang ekonomi demi tumbuh kembangnya perekonomiam rakyat,” tuturnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) mendapatkan cinderamata Topeng Malang – Foto Agus Nurchaliq

Untuk itu Titiek menyebut, pemahan tersebut, harus terus diaktualisasikan. Caranya, melalui kerja cerdas para kader dan caleg Partai Berkarya. Dapat dilakukan, melalui komunikasi yang aktif dan intens dengan masyarakat. Kader Partai Berkarya, harus mampu menghasilkan karya dalam setiap situasi dan keadaan. Berkarya secara positif dan efektif. Berkarya demi rakyat dan bangsa, tanpa kenal lelah.

“Kader Partai Berkarya harus selalu menjadi panutan, berintegritas, berakhlak baik, dan menjadi tauladan bagi masyarakat. Jangan melakukan money politik, dan hindari cara-cara curang untuk menang, karena Partai Berkarya didirikan sebagai kekuatan perbaikan dan wahana pendidikan politik yang jujur dan bersih,” pungkasnya.

Sementara itu, di tengah pembekalan kepada kader Berkarya, Titiek Soeharto juga memintakan bacaan Alfatihah, sebagai hadiah kepada almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto.

Lihat juga...