Kalteng Butuh Perhatian Investor Perhotelan

207

PALANGKARAYA  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengajak para investor membangun hotel berbintang di sejumlah kabupaten di provinsi setempat.

“Kami mengundang para investor untuk datang dan meninjau berbagai wilayah di Kalteng sehingga dapat mendirikan hotel berbintang yang dinilai sangat potensial untuk dibangun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan, di Palangka Raya, Senin.

Sejumlah kabupaten di Kalteng belum memiliki hotel berbintang, seperti di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Selatan, dan beberapa daerah lainnya.

Padahal daerah tersebut, menurut Guntur, sangat potensial karena banyak berdiri perusahaan besar sektor perkebunan dan pertambangan.

Dia mengatakan, investasi di suatu daerah berdampak pada tingginya mobilitas masyarakat yang datang khususnya dalam urusan pekerjaan.

Sementara tidak adanya fasilitas hotel berbintang, lanjut Guntur, mengakibatkan tamu dari luar daerah menginap di daerah lain.

Dia mencontohkan, seperti di Kabupaten Barito Timur, akibat tidak adanya hotel berbintang, tamu seringkali menginap di hotel yang berada di Tanjung Kalimantan Selatan.

“Mulai dari pejabat negara hingga para tamu besar bagi perusahaan, akhirnya menginap di kabupaten lain di luar Kalteng meski memiliki urusan atau pekerjaan di Barito Timur,” katanya.

Guntur menjelaskan, hal ini merupakan kelemahan yang dimiliki sejumlah kabupaten di Kalteng sehingga harus segera dibenahi dan dicarikan solusi.

Jika kelemahan ini dapat ditanggulangi, tentu akan memberikan manfaat positif bagi daerah, yaitu melalui penambahan pemasukan melalui peningkatan pendapatan asli daerah.

Selain itu, keberadaan hotel berbintang juga akan mendorong kemajuan daerah dari sektor pariwisata. Sebab keberadaan penginapan yang layak membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke suatu daerah.

“Tamu-tamu besar atau kategori VIP tentu memiliki standar cukup tinggi saat menentukan tempat menginap di suatu daerah,” ungkap Guntur.

Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap pengelola homestay, guest house dan penginapan jenis lainnya kategori menengah ke bawah. Sebab penginapan kelas menengah tersebut dinilai potensial untuk dikembangkan di setiap daerah.

“Pengembangan penginapan kelas menengah ini harus mampu kami optimalkan, seperti yang sudah dilakukan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Yogyakarta, Bandung hingga Bali,” kata Guntur. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...