Kaltim Libatkan Pelajar Tanam 1.000 Pohon Endemik

Editor: Koko Triarko

439
Wakil Gubernur Kaltim, Hari Mulyadi -Foto: Ferry Cahyanti

SAMARINDA – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kalimantan Timur, terlibat dalam gerakan menanam tanaman endemik di daerah itu, sebagai dukungan gerakan tanam pohon. Sekaligus salah satu upaya melestarikan tanaman khas Kalimantan Timur, yang jumlahnya semakin berkurang.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Hadi Mulyadi, berharap kegiatan tersebut juga dapat memberi tambahan pengetahuan bagi siswa dan masyarakat.

“Banyak manfaat yang kita peroleh, selain sebagai upaya melestarikan lingkungan, penghijauan kawasan, juga menambah pengetahuan kita terhadap tanaman endemik Kalimantan,” ungkap Hadi Mulyadi, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Deslan, Nispayani, usai peresmian Laboratorium Ritel (Teaching Factory) Alfamidi di SMKN 14 Samarinda, jalan HAM Rifadin, Palaran, Kota Samarinda, Kamis (31/1/2019).

Tanaman endemik yang dimaksud antara lain pohon ulin atau kayu besi, bengkirai, kapur, meranti maupun gaharu. Pohon-pohon tersebut keberadaannya memang menurun, karena berbagai alasan. Seperti pembukaan lahan untuk pertanian, pemukiman, hingga lahan pertambangan.

Wakil Gubernur berharap, kegiatan ini tidak hanya dilakukan siswa SMK. “Penanaman bibit pohon yang dimulai tahun ini kami harapkan diikuti semua sekolah, sehingga kita semua bisa melestarikan tanaman tersebut, yang kini habitatnya sangat langka diketahui masyarakat, khususnya para anak usia sekolah,” imbuh Hadi Mulyadi.

Program ini juga bertujuan sebagai penghijauan di daerah. Dimulai dari sekolah, khususnya SMK. Kemudian diikuti seluruh instansi pemerintahan hingga swasta untuk melaksanakan.

“Dengan begitu, ketika saat ini menanam, maka 20 hingga 30 tahun manfaatnya bisa kita rasakan,” kata dia.

Tahun inim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon endemik di seluruh SMK. Melalui program ini, diharapkan setiap sekolah minimal bisa menanam satu bibit tanaman endemik tersebut, asal memiliki cukup ruang lahan untuk menanam.

Artinya, dengan menanam tanaman endemik dimulai dari pendidikan, dapat menunjukkan kepada orang luar Kalimantan, bahwa daerah ini memiliki sejarah dengan tanaman endemiknya.

Pemprov Kaltim berharap, kegiatan ini menjadi bagian dari kreativitas satuan pendidikan, agar generasi muda tidak kehilangan sejarah dan peninggalan Kalimantan, khususnya mengenai kekayaan flora.

Lihat juga...