hut

Kasus DBD di Gorontalo Utara Meningkat

Pencegahan DBD dengan fogging, ilustrasi -Dok: CDN

GORONTALO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meningkat. Peningkatan terjadi selama akhir Januari 2019.

“Pada awal tahun, kasus DBD belum ditemukan, namun sejak kurun waktu sepekan ini, peningkatan kasus mulai terjadi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Yamin Lihawa, Minggu (27/1/2019).

Pihaknya mencatat, kasus DBD di Kecamatan Kwandang mencapai 17 kasus, sebelumnya hanya 12 kasus. Di Kecamatan Tomilito ada lima kasus dari sebelumnya hanya dua kasus. Di Kecamatan Anggrek terdapat lima kasus, serta Kecamatan Atinggola, satu kasus. “Totalnya mencapai 28 kasus,” ujar Yamin.

Dengan kondisi tersebut, telah dilakukan upaya penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pengasapan (fogging). Kegiatan dilakukan melalui Puskesmas di seluruh wilayah. Dari pengamatan yang dilakukan, rata-rata kasus DBD terjadi di daerah endemis. Setiap tahun, daerah tersebut menjadi langganan kasus DBD, khususnya di Kecamatan Kwandang.

Penekanan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), sudah disampaikan kepada masyarakat. Fakta lain, tempat nyamuk aedes aegypti berkembang biak, banyak ditemukan di lingkungan rumah. Seperti adanya tumpukan kaleng dan ban-ban bekas. “Kesadaran PHBS masih kurang, makanya imbauan ini terus didengungkan kepada masyarakat,” ujar Yamin.

Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, dr Wardana Harun, mengatakan, telah menginstruksikan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit serta seluruh puskesmas di 11 kecamatan, mempercepat penanganan kasus DBD.

Langkah pemberantasan sarang nyamuk diperlukan, agar menghambat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk aedes di setiap lingkungan. “Pergantian musim yang cukup ekstrim memang memicu aktivitas nyamuk aedes aegypti, maka langkah penting yang dilakukan adalah memberantas sarang nyamuk,” ujarnya.

DBD disebabkan virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Virus itu akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Virus dari orang yang terinfeksi, akan dibawa oleh nyamuk sebagai vektor, dan akan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. “DBD penting diwaspadai, dengan pola hidup sehat yaitu menjaga lingkungan bersih dan sehat, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Ini yang penting disampaikan kepada masyarakat,” pungkas Wardana. (Ant)

Lihat juga...