Kasus DBD di Tulungagung Naik

294
Ilustrasi pengasapan/Foto: Dokumentasi CDN.

TULUNGAGUNG – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) naik. Hingga pekan ketiga Januari 2019, sudah ada 223 orang yang diindikasikan positif.

“Memang terjadi lonjakan (kasus). Namun kami belum akan menetapkan status KLB (Kondisi Luar Biasa),” kata Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka, Selasa (22/1/2019).

Alasan, tidak terburu-buru menetapkan status KLB, karena kuantitas kasus yang jumlahnya, belum berlipat dua kali dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, selama kurun Januari ini, tidak ada kasus penderita yang meninggal karena DBD. “Kami masih fokus pada pengendalian dan penanganan intensif melalui gerakan pengasapan dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” ujarnya.

Didik menjelaskan, Kabupaten Tulungagung pernah menetapkan KLB dalam penanganan DBD, yakni pada Januari 2014. Saat itu, jumlah kasusnya ada 382. Salah satu pertimbangan untuk menetapkan KLB adalah, jumlah penderita harus dua kali lipat dari periode pertama ditetapkannya KLB. “Kalau belum dua kali lipat jumlah penderita dari periode tahun sebelumnya, maka belum bisa ditetapkan KLB,” tandasnya.

Kendati saat ini telah ditemukan sekira 223 penderita DBD, dan  jumlahnya meningkat signifikan, penetapan KLB tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. “Artinya, penanganan lebih intensif terhadap masyarakat. Semoga saja tidak terjadi KLB nantinya,” ujarnya.

Didik menyebut, banyaknya temuan pasien positif DBD, dipicu oleh perubahan cuaca yang terjadi saat ini dari kemarau ke hujan. Apabila tidak diwaspadai, pihaknya meyakini, jumlah pasien akan terus bertambah. “Ini karena anomali cuaca, tahun kemarin di bulan Januari yang meninggal tidak ada dengan temuan kasus sebanyak 11, kalau untuk perbandingan di tahun ini di Kediri kematian sampai 9 pasien,” ungkapnya.

Didik menyebut, pihaknya tetap melakukan fogging ketika menemukan penularan di masyarakat. Radius pengasapan 200 meter dari temuan lokasi warga yang positif DB. Sepanjang 2018, telah dilakukan 122 kali pengasapan di 30 lokasi. Empat kecamatan yang banyak ditemukan DBD adalah, Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru, Boyolangu dan Ngantru. (Ant)

Lihat juga...