Kaum Difabel DIY Harapkan Titiek Soeharto Perjuangkan Kesejahteraan

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.843

YOGYAKARTA – Sejumlah kaum difabel mengaku, masih mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemerintah hingga saat ini.

Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya fasilitas sarana-prasarana umum yang belum ramah difabel, layanan pendidikan maupun kesehatan yang belum banyak menyentuh kaum difabel. Hingga masih minimnya lapangan pekerjaan bagi kaum difabel.

“Banyak sekali persoalan yang harus dihadapi kaum difabel. Selama ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti PKH atau bantuan sosial lainnya. Padahal yang lain dapat. Tak hanya itu, kami juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan seperti KIS atau BPJS. Ini menunjukkan pemerintah saat ini belum memperhatikan secara serius kaum difabel,” ujar Khoiri, salah seorang difabel, dalam acara silaturahmi dan temu kangen bersama Titiek Soeharto di Sewon, Bantul, Yogyakarta, Senin (7/1/2019).

Ketua Komunitas Difabel DIY, Slamet Murjoko, mewakili kaum difabel di DIY sendiri menyampaikan hal yang sama terkait persoalan kaum difabel tersebut kepada Siti Hediati Hariyadi atau akrab pula disapa Titiek Soeharto.

Ketua Komunitas Difabel DIY, Slamet Murjoko – Foto Jatmika H Kusmargana

Di hadapan Putri Presiden Kedua RI, HM Soeharto itu, Slamet berharap agar Titiek Soeharto mampu memperbaiki kondisi tersebut. Sehingga kaum difabel bisa hidup lebih baik dan lebih sejahtera.

“Kita ingin kaum difabel lebih diperhatikan secara serius. Misalnya dengan menyusun program UMKM untuk kaum difabel. Di situ kaum difabel dilatih agar mampu mandiri. Lalu diberi modal lewat koperasi dengan sistem infak bukan bunga. Sehingga diharapkan kehidupan kaum difabel bisa lebih baik dan kesejahteraannya meningkat,” katanya.

Menanggapi sejumlah keluhan kaum difabel itu, Titiek Soeharto, yang merupakan calon anggota legislatif dari Partai Berkarya Dapil DIY itu pun mengaku, akan berusaha memperjuangkan keinginan maupun harapan kaum difabel di DIY tersebut agar bisa terwujud.

Titiek Soeharto saat bersilaturahmi bersama kaum difabel DIY – Foto Jatmika H Kusmargana

Titiek Soeharto menilai, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang, setiap warga negara semestinya memiliki hak yang sama untuk dapat mengakses setiap layanan publik, mengakses pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Karena itu, ia menyebut, tidak boleh ada diskriminasi terhadap golongan tertentu seperti kaum difabel.

“Kita punya hak yang sama sebagai warga negara. Jadi, tidak boleh ada diskriminasi. Insyaallah akan saya perjuangkan keinginan dan harapan teman-teman kaum difabel, yang masih sering dilupakan pemerintah. Apalagi Pak Harto punya sejumlah yayasan yang rutin memberikan santunan dan menggelar pelatihan usaha gratis untuk kaum difabel. Nanti teman-teman bisa dilatih di situ agar bisa mandiri. Bisa soal perbengkelan, servis HP, sablon, dan sebagainya. Jangan sampai keterbatasan fisik menghalangi kita untuk berkarya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ratusan kaum difabel di DIY, mulai dari perwakilan wilayah kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo hingga Gunungkidul, mendeklarasikan diri untuk mendukung Titiek Soeharto sebagai calon anggota legislatif atau DPR RI dari dapil DIY. Mereka berharap, Titiek Soeharto mampu memperbaiki berbagai persoalan yang dialami kaum difabel.

Baca Juga
Lihat juga...