Kebun Plasma Pisang Yogya Targetkan 10.000 Kultur Jaringan

276
Pisang, ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Kebun Plasma Pisang Yogyakarta yang memiliki ratusan koleksi kultivar pisang, pada tahun ini meningkatkan target yang cukup signifikan untuk produksi kultur jaringan dibanding target produksi tahun lalu.

“Jika tahun lalu target produksi kultur jaringan 1.500 buah, maka pada tahun ini kami tingkatkan menjadi 10.000 kultur jaringan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, di Yogyakarta, Minggu (13/1/2019).

Produksi kultur jaringan akan lebih banyak difokuskan untuk jenis pisang yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti Kepok, Ambon dan Raja.

“Peminatnya cukup banyak. Tidak hanya warga Kota Yogyakarta saja, tetapi dari luar daerah,” katanya.

Menurut dia, upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut, di antaranya adalah meningkatkan sarana dan prasarana pendukung serta mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, untuk penelitian kultur jaringan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, lanjut dia, akan bekerja sama dengan balai milik Kementerian Pertanian yang ada di Solok, untuk pengembangan sumber daya manusia, karena balai tersebut melakukan konsentrasi pada penelitian kultur jaringan.

“Kami juga akan melengkapi sarana dan prasarana berupa ruang edukasi dan laboratorium kultur jaringan yang lebih memadai. Dalam waktu dekat, kebun plasma akan kami tata sehingga tersedia cukup lahan untuk pengembangan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” katanya.

Penataan lahan dilakukan dengan merelokasi sejumlah tanaman pisang dengan penanaman yang lebih tertata, sehingga menyisakan ruang untuk pengembangan sarana dan prasarana.

“Akan kami mulai dari bagian utara untuk dipindahkan ke bagian selatan kebun,” katanya.

Selain meningkatkan produksi kultur jaringan, Sugeng mengatakan, akan melakukan inventarisasi terhadap jumlah kultivar pisang yang ada di kebun plasma.

Berdasarkan data terakhir, terdapat 240 kultivar yang menjadi koleksi kebun.

“Dimungkinkan, masih ada varietas pisang yang belum menjadi koleksi kami. Apalagi, varietas pisang semakin berkembang dengan berbagai persilangan yang dilakukan oleh berbagai daerah,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan edukasi, Sugeng mengatakan, Kebun Plasma Pisang Yogyakarta juga tetap menerima kunjungan dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi.

“Kami menyiapkan hari khusus, Selasa dan Kamis untuk kegiatan pembelajaran luar ruang,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...