Kemenaker Tambah 150 Desa Migran Produktif pada 2019

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan akan menambah desa-desa yang akan menjadi desa migran produktif (Desmigratif) pada tahun 2019.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker, Maruli Hasoloan, mengatakan program ini dibuat di desa-desa yang menjadi kantung pekerja migran.

“Di Indonesia ada sekitar 4000 desa migran, kita menyasar desa-desa tersebut untuk program desmigratif ini,” kata Maruli di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dia mengatakan jumlah desa-desa tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya, pada 2017 ada 122 desa yang menjadi desmigrarif. Sementara pada 2018 ada 135 desa, untuk 2019 akan ada 150 desa, jadi total desa yabg telah mempunyai program desmigratif adalah 402 desa.

Maruli mengatakan program desmigratif ini dibuat untuk melindungi para pekerja migran, tidak hanya pekerjanya saja, tetapi juga keluarga dan anaknya.

“Ada petugas desa yang membantu memberikan informasi mengenai cara untuk menjadi pekerja migran, situasi bekerja di luar negeri dan sebagainya. Sehingga mereka tidak terjebak dengan calo,” kata dia.

Selama ini menurut Maruli, banyak pekerja migran yang tidak sesuai prosedur karena minimnya informasi, lewat desmigraf mereka diharpakan menjadi pekerja migran yang sah.

Tak hanya itu para keluarga yang ditinggalkan juga diberikan perlatihan kewirausahaan, agar mereka tidak terus-terus bekerja sebagai pekerja migran. Anak-anak yang ditinggalkan juga diberi pelayanan dalam rumah belajar. (Ant)

Lihat juga...