Kementan: Harga Cabai di Demak, Normal

252
Petani cabai, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, memastikan tidak ada gejolak harga cabai merah dan cabai rawit di daerah Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

“Dari informasi langsung petugas pelayanan informasi pasar Demak, menyatakan harga cabai di Kabupaten Demak tidak anjlok seperti yang diberitakan,” kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Menurut Yasid, tidak naiknya harga cabai karena selama ini pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan permintaan, termasuk tidak melakukan impor cabai seperti yang banyak diberitakan.

Ia menjelaskan, Kementan tidak mengeluarkan rekomendasi impor cabai, sebagaimana yang menjadi acuan impor dari pada Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Yasid menyebutkan, harga cabai saat ini masih dalam kondisi normal, yakni berkisar Rp12.000 – Rp14.000, sedangkan untuk harga cabai rawit masih di angka normal, yakni Rp19.000 – Rp20.000.

Sebelumnya, beredar informasi adanya petani di Demak menggelar aksi buang puluhan kilogram cabai merah ke jalan raya, akibat anjloknya harga komuditas tersebut.

Mereka melakukan aksi tersebut, karena diberitakan membanjirnya impor cabai dari Philipina dan Thailand.

Mengenai hal ini, Yasid mengaku belum mengetahui adanya protes dari sejumlah petani. Sementara itu, dari wilayah Kulon Progo, produksi cabai meningkat tajam, bahkan sampai mendongkrak realisasi produksi cabai hingga 25.362 ton, atau 225,82 persen dari target 11.231 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Bambang Tri Budi, sebelumnya mengatakan tingginya produksi cabai pada 2018, tidak terlepas adanya bantuan delapan unit traktor roda empat kepada petani, sehingga mampu mengolah lahan marginal menjadi lahan yang produktif untuk ditanami cabai.

“Produksi cabai pada 2018 di luar prediksi kami. Saat itu ada beberapa kelompok tani lahan pantai mengajukan permohonan bantuan traktor roda empat,” kata dia.

Bambang mengatakan, akan mengidentifikasi kembali lahan marginal yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami cabai, seperti di Kecamatan Panjatan.

“Kami optimis, produksi cabai di Kulon Progo akan meningkat seiring modernisasi alat mesin pertanian, hingga pemilihan benih yang cocok,” kata dia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...