Kementerian PUPR Siapkan Belasan Toilet di Posko Pengungsi Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

242

LAMPUNG — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan sekitar 14 unit toilet serta kamar mandi bagi pengungsi tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan. Beberapa peralatan tersebut di antaranya toilet portable ukuran kecil, mobile toilet kabin, mobil tangki air bersih, mobil tangki penyedot tinja.

Warsono, Koordinator penyediaan fasilitas toilet dan kamar mandi Kementerian PUPR menyebut sejumlah peralatan didatangkan langsung dari Jakarta.

Warsono menyebut semua peralatan tersebut sudah disediakan oleh Kementerian PUPR sejak Senin (24/12/2018) silam. Awalnya semua fasilitas untuk kegiatan mandi cuci kakus (MCK) disediakan pada sejumlah desa tepi pantai terdampak cukup parah oleh tsunami beberapa waktu silam.

Peralatan tersebut menurut Warsono ditempatkan di dekat posko pengungsian untuk pengungsi dan relawan. Sebab di wilayah desa Kunjir, Way Muli menjadi lokasi dengan perumahan penduduk rata diterjang tsunami berimbas fasilitas MCK tidak tersedia.

“Sejumlah peralatan toilet dan kamar mandi portable sebagian dipindah ke posko pengungsian lapangan tenis indoor Kalianda karena konsentrasi pengungsi terbanyak berasal dari Pulau Sebesi,” terang Warsono saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (4/1/2019).

Penyediaan fasilitas kamar mandi dan toilet portable disebut Warsono sangat penting karena kurangnya fasilitas toilet di lapangan tenis indoor.

“Karena jumlahnya terbatas para pengungsi kerap harus mengantre, beberapa toilet sudah ditambah oleh pemkab Lamsel untuk kebutuhan pengungsi,” terang Warsono.

Warsono menyebutkan, Kementerian PUPR juga menyediakan fasilitas toilet mobile kabin dan sejumlah toilet portable dan tandon air ke wilayah Kabupaten Serang dan Pandeglang Banten. Penyiapan air bersih dan sejumlah toilet dilakukan oleh Kementerian PUPR di posko pengungsian Labuan Kabupaten Pandeglang.

Warsono, koordinator petugas penyediaan tangki air dan toilet mobile Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Foto: Henk Widi
Sumilah, warga dusun Regahan Lada, Desa Tejang Pulau Sebesi menyebut, ia kerap harus mengantre untuk buang hajat di toilet. Namun fasilitas mobile toilet kabin yang disediakan oleh Kementerian PUPR secara ketat diawasi degan melarang warga yang akan mandi menggunakan toilet untuk memberi kesempatan bagi yang akan buang air besar.

Sumilah menyebut di lapangan tenis indoor Kalianda setidaknya ada sekitar lima belas toilet. Sebagian dipergunakan untuk laki laki dan wanita.

Para pengungsi yang akan mempergunakan toilet terkadang terpaksa harus mencari di sejumlah toilet dan kamar mandi milik instansi pemerintah di kawasan tersebut.

Sejumlah fasilitas seperti kantor kecamatan Kalianda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sebagian menggunakan toilet dan kamar mandi warga.

Baca Juga
Lihat juga...