Kesumbu, Kue Tradisional Flores Timur  

Editor: Mahadeva

200
Kue Kesumbu, kue tradisional warga Flores Timur berbahan singkong yang mulai ramai dijual masyarakat dengan berjalan keliling kampung atau desa.Foto : Ebed de Rosary

LARANTUKA – Singkong, merupakan bahan pangan lokal yang menjadi makanan keseharian warga Larantuka, Flores Timur.  Tingginya tingkat konsumsi singkong, menjadikan penjual kue di daerah tersebut, banyak yang menjadikan singkong sebagai bahan dasar.

“Hampir setiap hari bahkan di acara pesta maupun acara santai, singkong rebus selalu dihidangkan. Pangan lokal seperti singkong dan talas dihidangkan kepada tamu dan banyak yang lebih suka mengkonsumsinya,” ungkap Maci Diaz, warga Kota Larantuka, Sabtu (26/1/2019).

Selain harganya murah, singkong juga mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional. “Sudah banyak orang yang menjual kue dari singkong. Namun belum banyak yang membuat kue dari bahan singkong untuk dijual dalam jumlah besar. Paling-paling hanya untuk dijual di desa saja,” sebutnya.

Maria Magdalena warga asli Flores Timur yang juga terbiasa membuat kue Kesumbu untuk dikonsumsi sendiri. Foto : Ebed de Rosary

Maria Magdalena D, warga kota Larantuka lainnya mengatakan, dirinya tertarik membuat kue Kesumbu. Sebuah kue tradisional, yang biasa dikonsumsi warga Kota Larantuka dan Flores Timur pada umumnya. “Saya melihat sudah ada yang berani membuat kue dari bahan singkong dan menjualnya keliling kampung. Lumayan juga, ternyata banyak juga yang beli meski jumlah yang dibuat hanya puluhan buah saja,” ungkapnya.

Saat ini, kue berbahan singkong yang banyak dijual adalah kue Kesumbu. Kue berbentuk bulat tersebut, banyak disenangi orang. Namun demikian, pembuatannya setiap orang memiliki cara berbeda-beda “Untuk membuat kue Kesumbu, singkong yang dipergunakan biasanya yang sudah dikupas kulit dan dijemur. Singkong yang telah dijemur hingga kering ditumbuk di lesung hingga hancur dan menjadi tepung,” terangnya.

Tepung singkong kemudian diayak dan diambil bagian halusnya. Tepung singkong kemudian dicampur air setengah panas dan diaduk hingga merata. “Untuk mengaduknya menjadi adonan, bisa menggunakan tangan. Memakai mixer bisa lebih cepat dan halus dan adonan pun lebih merata. Setelah adonan benar-benar merata, masukan gula pasir atau gula aren dan diaduk bersamaan,” terangnya.

Adonan bisa ditambah kuning telur yang diaduk bersamaan. Setelah adonan merata, biarkan selama 30 menit agar adonan mengembang. “Adonan tersebut dibentuk mengggunakan tangan hingga berbentuk bulat dan lonjong. Siapkan api dan biarkan minyak goreng panas dan masukan satu persatu adonan yang telah dibentuk tersebut ke dalam wajan,” terangnya.

Selama digoreng,  usahakan nyala api tidak terlalu besar. Adonan harus sering diaduk atau dibolak-balik, agar tidak gosong atau tidak terlalu masak. Angkat kue lalu celupkan ke dalam gula aren atau gula pasir. “Ada yang menggorengnya bersamaan dengan gula pasir agar larutan gula tersebut bisa meresap ke dalam kue Kesumbu. Ada juga yang menaburi kuenya dengan gula halus,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...