Khawatirkan Hujan, Petani di Lombok Tanam Padi Gora

Editor: Mahadeva

LOMBOK – Petani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Khawatir tidak bisa menanam dengan pola tanam jajar legowo. Hal itu dikarenakan, curah hujan rendah di daerah tersebut hingga kini masih rendah.

Maknah – Foto Turmuzi

Saat ini, sebagian petani di daerah tersebut, mencoba menanam padi dengan cara gogorancah (Gora). “Pola tanam Gora dilakukan karena lebih memungkinkan biji padi akan bisa bertahan hidup, meski jarang hujan dibandingkan pola tanam jajar legowo, dimana sawah yang hendak ditanami harus digenangi air baru bisa ditanami,” ujar seorang petani setempat, Maknah, Senin (14/1/2019).

Maknah menyebut, sejak memasuki musim hujan di November 2018 lalu, sampai Januari 2019 saat ini, curah hujan turun dengan intensitas besar baru dua kali terjadi. Sisanya, hujan turun dengan intensitas kecil, dan itupun jarang terjadi.

Dengan kondisi tersebut, banyak petani mengaku khawatir dengan kegiatannya. “Kalau terus menunggu curah hujan besar, kapan mau menanam, jangan-jangan kondisi hujan tahun ini memang begini adanya, sementara lama musim hujan sudah memasuki bulan ketiga,” katanya.

Kurniawan, petani lain mengatakan, normalnya kalau sudah Januari, petani biasa menanam dengan pola tanam jajar legowo, dan padi seharusnya sudah berbunga. Tapi musim tanam tahun ini, lahan sawah justru masih banyak yang nganggur, karena ketiadaan air untuk menggarap. Khawatir tidak bisa menanam padi, karena terus menunggu hujan besar yang tidak kunjung pasti kapan turun, petani memilih pola tanam Gora. “Petani yang biasa menanam dengan Pola Tanam Gora saja, pertumbuhan padinya sudah besar dan sebagian sudah berbunga, tapi mau bagaimana kita tetap menanam meski tertinggal, daripada tidak menanam sama sekali,” tandasnya.

Maknah petani yang biasa menanam padi dengan pola tanam jajar legowo terpaksa menanam padi dengan pola Gogorancah, karena curah hujan rendah

Lihat juga...