Kisah Tino Sidin, Meminjam Uang Pak Harto untuk Kredit Rumah

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Siapa yang tak kenal seniman gambar legendaris Indonesia, Tino Sidin. Pria kelahiran Tebingtinggi tersebut, begitu dikenal luas, karena memandu acara Gemar Menggambar, di TVRI pada era 1980-an. 

Pak Tino sapaan akrabnya, merupakan seorang penatar guru gambar tingkat TK dan SD di seluruh Indonesia. Bahkan, bukunya, Gemar Menggambar, sebanyak enam jilid, disahkan menjadi buku pegangan guru SD di seluruh Indonesia. Untuk menghargai kiprahnya, sebuah jalan di Yogyakarta bahkan diabadikan dengan namanya. Tino Sidin, yang lama tinggal di Yogyakarta memang memiliki sebuah rumah di kawasan Kampung Kadipiro, Kasihan, Bantul.

Saat ini, rumah tersebut diubah menjadi Museum Taman Tino Sidin, dan dikelola oleh anak-anaknya. Yang menarik, di museum ini, terdapat sebuah memorabelia yang menjelaskan awalmula bagaimana Pak Tino bisa memiliki rumah sederhana tersebut. Memorabilia itu merupakan sebuah kuitansi, tanda terima pinjaman uang sebesar Rp7juta yang diberikan kepada Tino Sidin untuk pelunasan rumah tersebut. Yang paling menarik, pemberi pinjaman merupakan orang nomor satu di Indonesia saat itu, Presiden RI ke II HM Soeharto.

Putri bungsu Tino Sidin, Panca Takariati atau akrab disapa Titiek Tino Sidin menunjukkan memorabelia kuitansi pinjaman uang  – Foto:Jatmika H Kusmargana

Dalam kuitansi tertanggal 20 November 1981 itu, tercatat Pak Tino menerima uang sebesar Rp7juta, yang diberikan untuk keperluan pelunasan rumah dengan jangka waktu selama satu tahun tanpa bunga. Sementara dalam kuitansi berikutnya tertanggal 23 November 1982 tercatat, pak Tino membayar Rp2 juta sebagai angsuran pertama.

“Jadi dulu meski sudah terkenal sebagai pengisi acara Gemar Menggambar di TVRI, Pak Tino sekeluarga masih tinggal menumpang di rumah Pak Tahir juragan Soto Kadipiro. Pak Tino lalu nekat membeli rumah yang sekarang jadi museum ini dengan cara mencicil. Uang pinjaman sebesar Rp7juta dari Pak Harto itu, digunakan sebagai uang muka,” jelas putri bungsu Tino Sidin, Panca Takariati atau akrab disapa Titiek Tino Sidin.

Titiek Tino Sidin menjelaskan, ayahnya hanya sempat mencicil pinjaman uang dari Pak Harto sebanyak satu kali. Hal itu dikarenakan, Pak Tino mengalami kecelakaan, saat hendak pulang dari Jakarta menuju Jogja. Pak Tino diketahui selamat dan dirawat di rumah sakit, meski ada korban meninggal dalam kecelakaan itu.  “Karena kecelakaan itu, akhirnya hutang Pak Tino dianggap lunas. Dan oleh Pak Harto tidak diminta untuk membayar angsuran lagi,” jelasnya.

Lalu bagaimanakah awal mula Pak Tino bisa meminjam uang pada Pak Harto? Masih berdasarkan cerita Titiek Tino Sidin, semua bermula saat Pak Tino bertemu dengan Presiden Soeharto, sekira akhir Juni 1978. Pak Tino berkesempatan bertemu dengan Pak Harto di kediaman Cendana, dalam rangka mengantar seorang siswa TK asal Probolinggo, Agus Prasetyo, yang menjadi juara lukis anak International di Tokyo.

Kuitansi tanda pinjaman uang Pak Tino ke Pak Harto – Foto Jatmika H Kusmargana

“Saat itu Pak Tino dihadiahi topi baret oleh Pak Harto. Sementara Pak Tino memberikan buku-buku pelajaran menggambar karyanya untuk cucu-cucu Pak Harto. Saat hendak berpamitan pulang, semua berjabat tangan. Saat berjabat tangan itulah, Pak Tino menyelipkan secarik kertas ke tangan Pak Harto. Isinya tentang keinginannya bertemu secara pribadi,” katanya.

Di era perang kemerdekaan, Tino Sidin dibawah pimpinan Letnan Umbara, pernah bergabung dengan Batalyon X di Yogyakarta, yang masih dibawah komando Letkol Soeharto. Tino Sidin akhirnya dapat bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia saat itu, Presiden Soeharto. Dari situlah keduanya menjalin hubungan secara personal. Bahkan Pak Tino, sempat menjadi guru privat pelajaran menggambar cucu Pak Harto dari Bambang Trihatmodjo, yakni Gendis Siti Hatmanti.

Les privat ini dilakukan di kediaman Bambang selama hampir empat tahun. Seminggu sekali, Pak Tino datang untuk mengajar. Dan di 1986 karya-karya gambar Gendis dipamerkan di lingkungan keluarga, ketika Dia berusia empat tahun.  Di Museum Taman Tino Sidin, foto Pak Harto didampingi Tino Sidin yang tengah menyaksikan pameran gambar Gendis, sampai saat ini dapat disaksikan. Termasuk juga foto ketika Tino Sidin tengah bersalaman dengan Pak Harto.

“Ini merupakan salah satu bentuk sifat humanis seorang Pak Harto. Ketika seorang seniman seperti ayah saya Tino Sidin kepepet uang, Pak Harto mengerti dan mau memberikan pinjaman,” pungkas Titiek Tino Sidin.

Lihat juga...