Komisi IV DPR RI Minta Ekspor Ikan Sumbar, Ditingkatkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG PARIAMAN – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Padang, Sumatera Barat, mencatat ekspor ikan di Sumatera Barat, mencapai angka Rp51 miliar per tahun dengan jenis ikan ekspor paling dominan ialah ikan tuna.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono, total ekspor Rp51 miliar itu masih terbilang angka yang masih sedikit. Padahal merujuk pada pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor ikan di Indonesia mencapai ratusan juta dolar.

“Ekspor ikan di Sumatera Barat masih terbilang sedikit itu. Padahal melihat di udara, begitu luas perairan di Sumatera Barat ini. Tentunya memiliki potensi ikan yang begitu besar,” katanya, pada kunjungan kerja ke Kantor BKIPM Padang, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, melihat ekspor ikan di Sumatera Barat yang masih sedikit itu, perlu dibuktikan juga ungkapan atau pertanyaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan soal ekspor ikan Indonesia itu, mencapai ratusan juta dolar.

Ia menyebutkan, secara nasional daerah yang terbesar mengekspor ikan  berada di Tanjung Priok Jakarta, Surabaya, daerah Sumatera, dan Makassar. Untuk itu, daerah Sumatera Barat juga perlu terus didorong, supaya ekspor ikan meningkat, mengingat laut di Sumatera Barat cukup luas.

“Seiring dengan itu, BKIPM juga perlu meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa ikan-ikan yang diekspor itu aman dan sehat untuk diekspor. Jika semuanya baik, berkemungkinan Sumatera Barat memiliki permintaan ekspor ikan yang lebih besar,” ujarnya.

Kepala BKIPM-KKP, Rina, juga mengatakan, kinerja di BKIPM Padang termasuk bagus. Karena sejauh ini belum ada keluhan dari pihak luar negeri tujuan ekspor, yang menyampaikan keluhan tentang kondisi ikan yang dikirim.

Kepala BKIPM-KKP Rina saat memberikan sambutan di acara kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kantor BKIPM Padang/Foto: M. Noli Hendra

“Di Sumatera Barat tujuan ekspor ada ke Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya, sesuai dengan jenis ikan,” sebutnya.

Namun, ikan yang diekspor yang terbesar di Sumatera Barat adalah tuna. Hal ini dikarenakan memang tangkapan nelayan di Sumatera Barat lebih dominan mendapat ikan tuna. Di negara lain, ikan tuna cukup banyak peminatnya.

Untuk itu, dengan adanya sejumlah fasilitas yang dimiliki oleh BKIPM Padang, akan dapat memberikan peran dalam ekspor ikan Sumatera Barat ke berbagai daerah dan negara di dunia.

Ke depan, tentu pemerintah perlu mendukung kegiatan para nelayan, sehingga hasil tangkapan nelayan turut meningkat, dan tentu dengan demikian dapat menambah jumlah ikan yang hendak diekspor.

“Ya bisa saja untuk ikan tuna, kerapu, lobster, ataupun kepiting. Apalagi di BKIPM Padang telah memiliki laboratorium dan pelayanan yang sudah bagus, akan dapat mendukung ekspor ikan Sumatera Barat,” ungkapnya.

Kepala BKIPM Padang, Rudi Barmara, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa ikan yang diekspor benar-benar dalam kondisi baik. Karena di BKIPM juga telah dilengkapi dengan berbagai laboratorium.

“Laboratorium yang ada di BKIPM Padang telah memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN),” jelasnya.

Di Sumatera Barat perikanan yang diekspor itu selain ikan tuna yang menjadi ekspor ikan terbesar, juga ada ekspor ikan kerapu, lobster, kepiting, ikan gurami. Dengan tujuan daerah Jakarta, Medan, Surabaya.

“Kami memberikan jaminan ikan yang dikirim sehat dan bermutu. Karena kami melakukan pengujian terlebih dahulu, sesuai dengan negara tujuan,” kata Rudi.

Lihat juga...