hut

Konservasi Penyu LTC Menjadi Sarana Edukasi

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Kawasan konservasi Pantai Ampiang Parak, mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Kegiatan yang dijalankan Laskar Turtle Camp (LTC) di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan tersebut, mendapat respon positif dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyatakan, Dia mendukung penuh program dan kegiatan berbasis lingkungan. Termasuk seperti yang dilakukan oleh LTC, yang sangat peduli dengan perlindungan penyu, bakau, dan juga cemara laut.  Keberadaan kawasan konservasi, berdampak positif. Setidaknya, ada edukasi dari LTC untuk masyarakat yang datang ke lokasi tersebut. Untuk itu, pemerintah di tingkat nagari (desa) atau kecamatan, diharapkan turut mendukung program tersebut.

“Pesisir Selatan memiliki kawasan pantai yang begitu panjang di kawasan samudera. Memiliki potensi besar untuk didatangi penyu. Hewan itu merupakan hewan yang harus dilindungi, dan hal ini dilakukan langsung oleh Laskar Turtle Camp di Sutera,” katanya, Kamis (31/1/2019).

Hendrajoni menyatakan, keberadaan penangkaran penyu di Kecamatan Sutera, turut menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi wisata edukasi. Dengan berkunjung, anak-anak mendapat pelajaran pentingnya menjaga dan melindung habitat penyu, terutama di perairan Pesisir Selatan.

Kepala Bapedalitbang Pesisir Selatan, Yozki Wandiri, menyatakan, pihaknya memberi dukungan kepada kegiatan penyelamatan lingkungan yang dilakukan LTC Ampiang Parak. Tujuan pendirian kawasan konservasi yang dirintis LTC, memiliki dampak besar terhadap upaya pelestarian lingkungan serta hewan langka.

“Namun disisi lain, ada pula dampak ekonomi yang telah dirasakan masyarakat sekitar, yakni munculnya lapangan usaha baru. Saya menyaksikan kegiatan konservasi ini berkembang pesat, sebagai Kawasan Ekowisata Penyu dimasa mendatang,” ujarnya.

Untuk menuju konservasi penyu, perlu dibuat dermaga yang layak. Termasuk penambahan armada angkut. “Jadi, pembangunan kawasan ini perlu disokong oleh lintas sektor. Misalnya Pemerintahan Nagari, perangkat daerah di Kabupaten hingga pusat,” ucapnya.

Ketua LTC Ampiang Parak, Haridman, mengungkapkan, untuk menjalankan konservasi, pihaknya memperoleh bantuan peralatan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di 2018 lalu. “Alhamdulillah kita dapat bantuan dari KKP yakni berupa peralatan pengawasan cemara laut, alat pengawas mangrove, alat pengawas penyu dan sumberdaya kelautan dan perikanan. Alat pengawasan tersebut terdiri dari teropong, handy talky, kamera pengintai dan alat pelaporan cepat. Save Sea Turtle,” ungkapnya.

Haridman, yang menjadi penerima Kalpataru tingkat provinsi di 2018 mengatakan, peralatan bantuan dari KKP berguna untuk kelancaran pengawasan penyu bertelur, patroli, pengeras suara, untuk edukasi tentang penyu dan bioata laut. Kegiatan tersebut memiliki sasaran pelajar dan mahasiswa, yang berkunjung ke lokasi konservasi.

LTC konsisten melakukan konservasi penyu. Hal itu menjadi upaya sosialisasi dan edukasi, kepada masyarakat agar memiliki pengetahuan mengenai sumberdaya kelautan. Selain dikarenakan, penyu sudah ditetapkan sebagai hewan langka yang dilindungi.

Lihat juga...