Korban Kebakaran di Petamburan, Ditampung di Tenda Dinsos

237
Ilustrasi -DoK: CDN

JAKARTA – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Jalan Jelambar Utama IV, Gang Abadi RT08/08, Kecamatan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/12/2019).

Terlihat beberapa unit mobil masih memasang alat pemadamnya menuju lokasi kebakaran untuk pendinginan. Sementara itu, lokasi kebakaran sudah dipasang garis polisi, dan warga yang rumahnya menjadi korban amukan “si jago merah”, hanya bisa memandang puing-puing rumahnya yang hangus. Warga belum diperkenankan masuk, karena situasi yang tidak memungkinkan.

“Kebakaran diketahui sekitar pukul 23.40 WIB dan dipadamkan sekitar 01.30 WIB, ada 40 unit rumah yang terbakar dan 92 KK (Kepala Keluarga),” kata Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian Kebakaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romlih.

Penyebab kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik pada salah rumah dekat Masjid Jami Ar-Ridho.

“Dengan mengerahkan 34 unit mobil pemadam, kesulitannya karena lokasi kebakaran jauh dari sumber air, dan banyak air bercampur lumpur,” ujar Rompis.

Di lokasi, terlihat beberapa warga korban kebakaran yang wajahnya kelelahan dan matanya sembab.

Hingga siang ini, seluruh korban kebakaran ditampung di tenda ukuran sedang, milik Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu.

Dinsos mendirikan satu tenda yang kebanyakan diisi kaum perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kebakaran pada Jumat (4/1) tengah malam.

Wajah korban kebakaran terlihat kelelahan dan matanya sembab, sehingga terdiam dan tidak banyak berbicara. Ada juga korban kebakaran yang istirahat di beranda rumah-rumah warga sekitar, yang selamat dari musibah kebakaran.

Minah (55), salah satu warga korban kebakaran, mengungkapkan kesedihannya yang tidak sempat membawa barang satu pun dari rumahnya.

“Nggak sempat bawa barang satu pun dari rumah, termasuk surat-surat penting tidak terbawa,” kata Minah, menahan tangis.

Minah yang saat kejadian hanya tinggal berdua dengan suaminya, mengatakan sekitar jam 24.00 WIB, mendengar teriakan dari luar rumah.

Saat dia keluar, api sudah berkobar besar di dekat tempat tinggalnya. Bahkan, dua unit motor miliknya juga terbakar.

“Rumah saya kan di ujung, kalau saya tidak cepat ke luar nggak ada jalan lagi. Saya langsung lari ke luar dan sempat jatuh,” ujar Minah, sambil memperlihatkan pergelangan tangan kanan dan kirinya yang terluka.

Jumlah rumah terbakar di kawasan padat penduduk tersebut sebanyak 40 unit, dengan 92 Kepala Keluarga. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...