Korban Tsunami Minta Jokowi Bangunkan Rumah

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Warga terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), membangunkan hunian untuk mereka. Hal tersebut disampikan, saat Presiden Jokowi, berdialog dengan warga bernama Nurlaela (40), seorang ibu rumah tangga di Desa Kunjir.

Bertemu presiden, Ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pemilik warung kuliner di desa tepi pantai tersebut, menangis di hadapan Jokowi,  karena kehilangan rumah serta harta benda yang dimiliki. Meski demikian, kepada Jokowi, Nurlaela bersama tiga orang anak dan suami, tetap ingin bertahan di lokasi yang sudah diterjang tsunami.

Warga Desa Kunjir, Nurlaela – Foto Henk Widi

“Pak Jokowi, kami yang tinggal di seberang jalan tidak ingin direlokasi, karena tempat tinggal ini sudah kami tempati selama puluhan tahun, kami juga tidak mau mengungsi, karena anak-anak trauma kalau berada di posko pengungsian,” terang Nurlaela, saat berdialog dengan Presiden Jokowi, Rabu (2/1/2019).

Nurlaela mengaku ingin bertahan di tempat tinggal, yang saat ini sudah rata dengan tanah akibat terjangan tsunami. Mewakili sejumlah warga terdampak tsunami, yang bertempat tinggal di seberang jalan, Dia mengaku sepakat hanya warga yang tepat berada di tepi pantai yang direlokasi. Nurlaela menyebut, sudah dibantu dan berkoordinasi dengan anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), melalui Disaster Management, untuk penataan wilayah pantai tersebut.

Pelaksana Teknik Kepala Desa Kunjir, Arlizon, kepada Jokowi ikut menjelaskan, kondisi permukiman warga terdampak tsunami. Arlizon menyebut, sesuai dengan kesepakatan dan musyawarah, sejumlah warga bersedia direlokasi karena tinggal tepat di bibir pantai. Pembangunan hunian, akan diterima oleh masyarakat jika pemerintah mau membangun dengan catatan rumah yang dibangun sama rata. “Warga kami bersedia direlokasi, terutama yang tinggal tepat di bibir pantai, selanjutnya rumah yang rusak di seberang jalan bisa dibangun kembali,” beber Arlizon.

Setelah mendengar aspirasi dari masyarakat secara langsung, Presiden Jokowi, meminta Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, untuk mempercepat proses pendataan. Sementara perbaikan akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jokowi berharap, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, bisa kembali memiliki tempat tinggal.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang mendampingi Jokowi dalam kunjungan tersebut mengatakan, telah melakukan proses pendataan hunian warga terdampak tsunami. Masih adanya beberapa korban belum ditemukan pada kejadian tsunami Selat Sunda khususnya di wilayah Lamsel membuat masa tanggap darurat diperpanjang selama dua pekan.

Presiden Jokowi juga meninjau sejumlah lokasi yang tengah dibersihkan dengan alat berat milik sejumlah BUMN. Usai mengunjungi Desa Kunjir, Presiden Jokowi dan rombongan, langsung bergeser ke Desa Way Muli dan Desa Way Muli Timur. Kedua desa tersebut menjadi lokasi terdampak paling parah terjangan tsunami Selat Sunda. Korban meninggal di Desa Way Muli ada 34 orang, korban luka-luka ada 262 orang. Sementara di Desa Way Muli Timur, ada 32 orang korban meningal dunia.

Kunjungan dilanjutkan ke lapangan tenis indoor Kalianda. Di tempat tersebut Jokowi sempat bertemu dengan anak-anak dan pengungsi asal Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa. Dari lapangan tenis indoor Kalianda, Jokowi bersama rombongan berkesempatan mengunjungi RSUD Dr. Bob Bazaar SKM Kalianda. Kunjungan untuk menjenguk warga yang masih dirawat di rumah sakit milik Pemkab Lamsel tersebut.

Lihat juga...