Kranggan Didukung Menjadi Kelurahan Budaya

Editor: Mahadeva

1.063

BEKASI — Kampung Kranggan, Kelurahan Jatiranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat didukung menjadi Kelurahan Budaya. Kranggan dinilai, bisa menjadi percontohan Kelurahan Budaya di wilayah Perkotaan.

Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rahmat – Foto M Amin

“Dari sudut kuantitatif jumlah sesepuh atau kokolotnya cukup banyak, begitupun kesenian khas daerah dan kebudayaan cukup banyak, rumah adat juga banyak di Kampung Kranggan, dan ini representatif jika dijadi sebagai Kelurahan Kebudayaan,” ungkap anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rahmat, usai meninjau langsung Kampung Kranggan, Selasa (22/1/2019).

Kampung Kranggan, dianggap masih tetap menjaga seni tradisi dan budaya leluluhur. Di tengah kemajuan dan modernisasi, semua warga dari orang tua sampai anak kecil, baik pria dan wanita, semua berperan melestarikan budaya.

Secara kualifikasi, Kranggan dianggap memenuhi syarat sebagai Kampung Budaya. Untuk itu, tokoh budaya setempat bersama Pemerintah Kota Bekasi, disarankan bisa segera menyampaikan usulan dalam bentuk proposal, kepada Kementerian Kebudayaan. “Kebudayaan dan kesenian di Kampung Kranggan secara sepintas saya melihat cukup menarik. Sepertinya ada perpaduan antara budaya Betawi dan Sunda, hal itu terlihat dari pertunjukan silat tadi, musiknya nuansa sunda tetapi silatnya silat Betawi,” tandas Mujib.

Lima anggota DPR RI dari Komisi X, mengunjungi Kampung Kranggan. Saat datang, mereka disambut kesenian palang pintu, yang juga dikenal sebagai budaya Betawi. Penampilan kesenian tersebut cukup menarik, sehingga mendorong Kranggan dijadikan sebagai Kelurahan Budaya.

Kualifikasi sebagai desa adat atau kelurahan budaya, harus memiliki produk unggulan. Di Bali, yang menjual nuansa Alam, ada monkey forest, yang bisa menghidupi desa itu secara mandiri. Sehingga ada peningkat kesejahteraan masyarakatnya. “Jika memenuhi kualifikasi sebagai Kelurahan Budaya, tentunya akan ada dukungan langsung dari Pemerintah pusat, seperti pembinaan terhadap Kelurahan Budaya, setelah ada penunjukan sebagai dari Kelurahan adat di Jawa Barat,” tandasnya.

Tokoh masyarakat Kranggan Anim Imanuddin – Foto M Amin

Tokoh masyarakat Kampung Kranggan, Anim Imanuddin, berharap, adanya museum budaya untuk pelestarian peninggalan budaya yang ada di Kampung Kranggan. Hal itu, sebagai sarana pendukung untuk menjadikan Kranggan sebagai Kelurahan Kebudayaan di Kota Bekasi.

“Kampung Kranggan sudah di Perdakan sebagai kawasan adat dan budaya, melalui Surat Keputusan Wali Kota Bekasi. Saat ini sudah diusulkan ke tingkat pusat, agar Kranggan menjadi Kampung Budaya di Kelurahan Jatiranggan dengan memiliki museum sendiri,” ujar Anim.

Kampung Kranggan, saat ini memiliki enam rumah budaya. Rumah tersebut, ditinggali tokoh masyarakat yang memiliki banyak pengikut. Rumah tersebut, sudah ditempati secara turun temurun sejak abad ke-15. “Perlu diketahui bahwa tanah di di Kranggan tidak diperjualbelikan dan ada surat pernyataan resmi dari ahli waris. Semua silsilahnya, tetap mengakui tanah di Kranggan, turun temurun dan tanah leluluhur lahan adat yang tidak diperjualbelikan,” tutur Anim.

Anim menyebut, untuk barang sejarah, tersimpan baik oleh warga ataupun ahli waris. Benda cagar budaya tersebut seperti tombak, keris, tongkat dan senjata lain sebagai warisan leluhur. Sebagian besar masih dikoleksi secara pribadi, dan belum dipublikasikan secara umum.  “Dengan adanya museum tadi maka, akan dipajang secara umum sebagai koleksi museum Kranggan yang bisa dilihat atau diteliti secara umum,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...