KSOP Sosialisasikan Akses Informasi Cuaca ke Nelayan

130
Nelayan, ilustrasi -Dok: CDN

PANGKALPINANG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan sosialisasi akses informasi cuaca di laut kepada nelayan tradisional.

Upaya tersebut, sebagai antisipasi kecelakaan kapal di daerah tersebut. “Kami berharap, dengan adanya sosialisasi, dapat meningkatkan kewaspadaan nelayan selama kondisi cuaca di laut kurang bersahabat,” kata Kasubsi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Pangkalbalam, Ardiansyah, di Pangkalpinang, Rabu (9/1/2019).

Nelayan tradisional, dapat mengakses informasi cuaca dari situs resmi BMKG, chanel 16 stasiun radio pantai. Nelayan juga dapat selalu memperhatikan imbauan, atau bertanya langsung kepada KSOP, Polair, Dishub dan instansi terkait lainnya.

Saat ini, kondisi cuaca di perairan Bangka Belitung relatif aman, untuk aktivitas penangkapan ikan. Namun demikian, diharapkan nelayan terus waspada, dan tidak melaut di saat kondisi cuaca memburuk. “Saat ini tinggi gelombang sekitar 0,5 meter dan masih aman untuk kapal-kapal nelayan tradisional,” katanya.

Namun demikian, diimbau nelayan untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca yang cukup ekstrim. Hal itu, bisa membahayakan keselamatan nelayan tradisional. “Kami siap memberikan bantuan dan pertolongan evakuasi kepada nelayan-nelayan tradisional yang mengalami kecelakaan di tengah laut,” ujarnya.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Kota Pangkalpinang, Fauzia Rizki, memprakirakan, ketinggian gelombang di perairan dan jalur-jalur penyeberangan hanya berkisar antara 0,25 sampai 1,0 meter dan relatif normal. Ketinggian gelombang di jalur penyeberangan Selat Bangka, Selat Gelasa, dan Selatan Bangka, diprakirakan hanya antara 0,25 sampai 0,5 meter. Sementara di Selat Karimata 0,25 sampai 0,75 meter, dan di Utara Bangka sekitar antara 0,25 sampai 1,0 meter.

“Kami mengimbau para pengguna jasa angkutan laut serta nelayan tradisional, agar waspada selama berada di perairan. Ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai dua kali ketinggian gelombang signifikan,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...