Kue Dongkal, Jajanan Tradisional Khas Betawi 

Editor: Koko Triarko

270

BEKASI – Kue Dongkal merupakan salah satu jajanan tradisional khas Betawi di Bekasi, yang saat ini susah ditemui. Kue ini sepintas mirip kue putu, namun cara pembuatannya berbeda, begitu pun bahan bakunya.

Salah satu keunikan Kue Dongkal adalah bentuknya yang mirip dengan tumpeng, karena cetakan kue yang digunakan berbentuk kerucut, persis alat membuat tumpeng yang terbuat dari anyaman bambu, yang digunakan untuk proses pengukusan hingga matang.

Rian, Penjual Kue Dongkal di Tambun, Bekasi. -Foto: M Amin

“Kue Dongkal adalah kue tradisional Betawi. Di Bekasi sudah jarang yang jualan,” ujar Rian, penjual Baba Dongkal di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Rian, bahan baku utama Kue Dongkal adalah tepung beras, gula aren, kelapa dan sedikit garam. Semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam kukusan, setelah matang baru ditaburi gula aren yang sudah dihaluskan.

Jika Kue putu masaknya menggunakan bambu, Kue Dongkal memiliki cara kukus tersendiri, “Ngukusnya harus di tungku khusus, seperti dandang yang diisi air yang telah ada daun pandan. Setelah matang warnanya tetap putih bersih,” papar Rian.

Rian mengaku membuat Kue Dongkal dengan resep turun temurun. Kue Baba Dongkal memiliki khas tersendiri dengan menggunakan gula aren. Untuk proses pengerjaan, lama di pengadukan, sementara lama waktu kukus hanya cukup lima menit.

Kue Dongkal, lanjutnya Rian, enak dinikmati saat malam dengan teh atau kopi panas. “Makanya kami buka mulai pukul 16.30 WIB, sampai malam. Karena yang beli banyak malam,” jelas Rian.

Harga Kue Dongkal mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Bagi warga Tambun yang ingin merasakan Kue Baba Dongkal, bisa datang di jalan raya Komplek Perum Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan.

Baca Juga
Lihat juga...