Kurangi Risiko Kebencanaan, BPBD Lebak Prioritaskan Penanganan Pascalongsor

227

LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengoptimalkan bantuan korban bencana longsor di Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber yang kini tinggal di pengungsian.

“Kita memprioritaskan penanganan pascabencana longsor guna mengurangi risiko kebencanaan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Senin (28/1/2019).

Masyarakat yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan di daerah itu relatif tinggi. Peluang intensitas curah hujan dengan kapasitas lebat, ringan dan sedang cukup membahayakan terjadi bencana alam.

Masyarakat yang tinggal di Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber topografinya pegunungan dan perbukitan. Sebab, lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang berdekatan bencana longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Untuk mengantisipasi bencana longsor susulan, BPBD mengungsikan sebanyak 19 Kepala Keluarga (KK) atau 71 jiwa. Apabila, mereka tidak diungsikan ke tempat yang lebih aman dikhawatirkan menimbulkan longsoran dahsyat.

“Semua warga yang terdampak longsor tinggal di pengungsian BPBD dilengkapi dapur umum,” ujar Kaprawi.

Menurut dia, pihaknya mengapresiasi relawan bencana alam yang melibatkan TNI, Polri, PMI, Tagana, berbagai elemen masyarakat serta lembaga pendidikan. Para relawan bekerja keras untuk membantu para korban bencana alam itu.

Disamping itu juga penyaluran logistik hingga kini terus disalurkan dan memenuhi kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak bencana longsor. Mereka yang tinggal di pengungsian tidak terancam kerawanan pangan maupun serangan penyakit menular.

Selain itu, tempat pengungsian warga korban longsor dilengkapi sarana kebutuhan MCK dan sanitasi. Begitu juga didirikan posko kesehatan dengan melibatkan tenaga Puskesmas setempat.

“Kami bergerak cepat untuk penanganan bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material,” kata Kaprawi. (Ant)

Lihat juga...