hut

KY Gelar Wawancara Terbuka 12 CHA

Editor: Mahadeva

JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) mulai menggelar agenda wawancara terbuka, seleksi Calon Hakim Agung (CHA) 2018. Wawancana digelar di Auditorium KY, Jakarta, mulai Jumat (4/1/2019).

Wawancara menjadi, rangkaian akhir dari proses seleksi CHA. Wawancara dilakukan oleh Anggota KY dan Panel Ahli, yang terdiri dari mantan hakim agung, pakar dan negarawan.  “Tim Panel Ahli yang terlibat dalam wawancara kali ini yaitu, Bagir Manan, Nasaruddin Umar, dan Haedar Nahsir dari unsur pakar atau negarawan,” tutur Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus.

Sementara tim pakar teknis yang dihadirkan terdiri dari, Atja Sondjaja (Perdata),  Hary Djatmiko (TUN khusus pajak), Abdul Manan (Agama), Parman Soeparman (Pidana) dan Iskandar Kamil (Militer). Wawancara terbuka diikuti oleh 12 CHA. Di hari pertama, peserta wawancara terbuka berasal dari Kamar Perdata, yaitu Ahmad Shalihin, Matheus Samiaji, Pahala Simanjuntak, Ridwan Mansyur, dan Suwidya Abdullah. Para calon menghadapi tim dari Anggota KY, Bagir Manan, dan Atja Sondjadja.

Di hari kedua, nama-nama yang CHA dihadirkan, Sartono dari Kamar Tata Usaha Negara; Cholidul Azhar, Imron Rosyadi, dan Insyafli dari Kamar Agama. Para calon akan menjawab pertanyaan dari Anggota KY, Nasaruddin Umar, Hary Djatmiko, dan Abdul Manan.

Wawancara di hari ketiga pesertanya, Moh. Puguh Haryogi dari kamar Pidana, sementara Kol. CHK (K) Tama Ulinta Br. Tarigan dan Kol. Tiarsen Buaton dari Kamar Militer. Para calon akan menjawab pertanyaan dari Anggota KY, Haedar Nahsir, Parman Soeparman, dan Iskandar Kamil. “Dalam wawancara ini para CHA akan digali lebih mendalam mengenai visi, misi, dan komitmen, Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), filsafat hukum dan teori hukum, wawasan pengetahuan peradilan dan perkembangan hukum, serta penguasaan hukum materiil dan formil dari CHA,” jelasnya.

KY berharap, media massa dan LSM, dapat memantau pelaksanaan seleksi yang dilakukan. Seleksi CHA kali ini, untuk mengisi kekurangan delapan orang hakim agung, yaitu satu orang untuk kamar Pidana, satu orang untuk kamar Agama, dua orang untuk kamar Militer, tiga orang untuk kamar Perdata, dan satu orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

Lihat juga...