Lima Taman di Jakarta 15 Tahun Tidak Direvitalisasi

Editor: Mahadeva

215

JAKARTA – Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, menyebut, anggaran revitalisasi lima taman di Jakarta yang mencapai Rp 140 miliar, mempertimbangkan luas area taman-taman tersebut. 

Alokasi anggaran, dihitung berdasarkan konsep revitalisasi yang akan dieksekusikan. Pemprov DKI Jakarta akan membangun beragam fasilitas, di lima taman yang direvitalisasi. “Luasan di Taman Tebet itu sekitar 7,8 hektare, kemudian Taman Langsat juga cukup besar luasannya,” ujar Suzi, Rabu (9/1/2019).

Pemprov DKI Jakarta, akan membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Taman Tebet. “Itu (anggaran) juga tergantung dari fasilitas yang akan kami bangun. Taman Tebet kami akan juga satukan, kami koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, itu ada TPS-nya di sana,” jelasnya.

Suzi menyebut, revitalisasi ke-lima taman itu masih dalam proses perencanaan. Kini, Pemprov DKI bakal meminta masukan dari masyarakat, terkait rencana tersebut. Dengan demikian, revitalisasi taman nantinya bisa sesuai kebutuhan masyarakat. Revitalisasi Taman Tebet, Taman Tugu Tani, Taman Langsat, Taman Puring, dan Taman Matraman dinilai perlu dilakukan. Hal itu mempertimbangkan, kelima aset tersebut, sudah 15 tahun tidak diperbaiki.

Direncanakan, masing-masing akan dibuat taman tematik, seperti di taman pintar berlalu lintas di Tebet. “Kenapa dibuat revitalisasi, hal ini karena sudah layak dilakukan, hampir 10 atau 15 tahun belum direvitalisasi,” tandasnya.

Namun, Suzi belum bisa memastikan tema-tema yang akan diterapkan untuk kelima taman itu. Pasalnya, revitalisasi taman masih proses perencanaan. Hingga kini Pemprov DKI tengah mencari Corporate Sosial Responsibilities (CSR), untuk revitalisasi ke-lima taman. Jika memperoleh CSR, pemerintah tidak mengeluarkan dana Rp140 miliar yang telah dianggarkan untuk kegiatan tersebut.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, juga menyatakan setuju dengan kegiatan revitalisasi taman di Jakarta. Dengan catatan, konsep kegiatannya harus diperlihatkan terlebih dahulu. Soal dana, Gembong menilai dana Rp140 miliar untuk perbaikan taman itu bersifat relatif, untuk dikatakan mahal atau murah. Sebab, sampai saat ini Dinas Kehutanan belum menjabarkan konsep detail revitalisasi yang akan dilakukan. “Tapi yang harus digalakan oleh Pemprov, agar revitalisasi tidak menggerogoti APBD. Tiru apa yang sudah dilakukan pemerintah sebelumnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...