hut

Luas Lahan Bawang di Sikka Sangat Minim

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Luas tanam bawang merah di Kabupaten Sikka sangat minim sekali sehingga bawang merah dan bawang putih masih didatangkan dari Bima dan Sulawesi untuk memenuhi konsumsi masyarakat.

“Saat ini luas tanam bawang merah hanya 45 hektare sementara bawang putih hanya 2 hektare saja. Produksi bawang merah tahun 2018 sebesar 67 ton sementara bawang putih hanya 200 kilogram saja,” sebut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian, Kabupaten Sikka, Inocensius Siga, Senin (28/1/2019).

Dikatakan Ino, potensi pertanian bawang di Kabupaten Sikka sangat bagus seperti di Desa Nebe, Kecamatan Talibura dan juga di Kecamatan Magepanda. Saat ini hanya beberapa petani asal Bima saja yang menyewa lahan dan menanam bawang.

“Selain bawang, cabai besar dan cabai rawit juga memiliki potensi yang besar. Saat ini saja, luas lahan cabai besar hanya sebesar 51 hektare, sementara cabai rawit seluas 139 hektare. Total produksi kedua jenis cabai ini sebesar 219,2 ton,” jelasnya.

Bripka Solihin asal Bima yang bertugas di Pospol Nebe, Kecamatan Talibura, mengaku, lahan di Desa Nebe dan Bangkoor cocok untuk ditanami bawang merah. Lahan sawah yang ada banyak yang sudah tidak bisa ditanami padi untuk sementara waktu.

Bripka Solihin, Babinkamtibmas Desa Nebe yang mengajari para petani menanam bawang merah. Foto: Ebed de Rosary

“Tahun pertama saya tanam padi hasilnya bagus, tetapi tahun kedua hasil panen menurun drastis. Ini yang membuat saya mencoba menanam bawang merah dan hasilnya melimpah,” ungkapnya.

Solihin yang berasal dari Bima ini pun mengajak para pemuda yang tergabung di dalam 30 kelompok tani untuk mulai menanam bawang merah. Setiap kelompok terdiri atas 10 anggota dan saat ini sudah mulai mahir menanam bawang merah.

“Potensi bawang merah dan bawang putih masih sangat luas dan harga jualnya pun lumayan bagus. Saya berharap pemerintah melalui dinas pertanian bisa memberdayakan petani untuk menanam bawang merah,” harapnya.

Bernadus Kasi, salah seroang petani di Magepanda kepada Cendana News mengaku, tidak terbiasa menanam bawang merah apalagi bawang putih. Lahan sawah di Magepanda bisa untuk menanam bawang saat musim panas namun pihaknya tidak memiliki pompa air.

“Kami mau tanam bawang tetapi pemerintah harus membantu memberikan pelatihan serta menyediakan bibit. Pemerintah juga bisa membantu sumur bor sekaligus mesin pompa agar lahan yang tidak dipergunakan bisa ditanami bawang saat musim panas,” harapnya.

Menurut Bernadus, selama musim kering para petani yang memiliki mesin pompa air dan sumur bor bisa menanam padi atau sayur-sayuran. Kalau yang tidak memiliki mesin pompa air terpaksa membiarkan saja lahannya sambil menunggu musim hujan kembali.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!