Mahasiswa UB Ciptakan Penghasil Listrik Gelombang Laut

Editor: Koko Triarko

317

MALANG – Belum meratanya pasokan listrik, khususnya bagi masyarakat di daerah-daerah pesisir, dinlai menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan bagi para nelayan.

Melihat kondisi tersebut, tiga orang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE UB), Kevin Rachman Firdaus, Ariq Kusuma Wardana, dan Mohammad Mufti Fajar, mencoba mengembangkan inovasi baru untuk membantu para nelayan memperoleh pasokan listrik.

Inovasi tersebut diberi nama Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman (CAPTION).

Kevin menjelaskan, Caption merupakan sebuah generator harvester untuk mengumpulkan energi dari gelombang laut.

“Jika dilihat, gelombang laut itu tidak menentu dan mungkin bisa dibilang energinya kecil. Tapi, bayangkan kalau sedikit-sedikit kita kumpulkan, bisa menghasilkan energi yang besar. Di situlah kami mempunyai ide untuk membuat energi harvester, yang dapat mengumpulkan energi dari gelombang air laut,” terangnya.

Dikatakan Kevin, Caption berbentuk gearbox yang diletakkan pada sisi kiri dan kanan kapal yang berisi pelampung, mekanisme gear, blade serta kantilever piezoelektrik.

Cara kerja Caption adalah ketika terkena gelombang laut, pelampung yang terpasang otomatis akan naik, dan akan memicu atau menggerakkan mekanisme gear (roda gigi) yang ada, untuk melipatgandakan putaran dari roda gigi yang besar ke roda gigi yang kecil.

Alat ini bisa menghasilkan listrik dari sebuah bahan atau material yang bernama kristal piezoelektrik. Inilah yang kemudian menjadi kelebihan Caption, karena kristal piezoelektrik justru mencari keadaan yang tidak konstan atau keadaan yang berubah-ubah.

“Mungkin di pasaran memang ada generator-generator lainnya, tapi kebanyakan umur generator tersebut tidak bisa panjang, jika diberi sumber yang tidak konstan atau energi yang berubah-ubah,” jelasnya.

Namun, sambungnya, dengan kristal piezoelektrik ini, semakin sering berubah atau semakin tidak konstan sumbernya, maka tegangan yang dihasilkan pun semakin besar, dan daya yang dihasilkan pun semakin banyak, sehingga energi yang dihasilkan juga semakin banyak.

“Jadi, konsepnya, ketika piezoelektrik dipukul oleh sebuah pemukul, dia akan mengeluarkan energi listrik yang setelah itu akan dikumpulkan pada sebuah aki,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil penelitian mereka, dalam kurun waktu 6-8 jam, energi listrik yang mampu dihasilkan, yakni sebesar 17,84 Wh – 22,12 Wh.

“Kami inginnya, setelah energinya dikumpulkan, nelayan itu tidak hanya pulang membawa ikan, tetapi juga membawa energi listrik,” katanya.

Sementara berkat inovasi tersebut, Caption berhasil menyabet juara dua di ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanuddin.

Lihat juga...