Mahasiswa UMM, Rancang Jembatan Bercirikan Budaya Sulawesi

Editor: Mahadeva

183

MALANG – Mengadopsi keragaman kebudayaan yang ada di Indonesia, empat mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil merancang jembatan bercirikan budaya Sulawesi. Mereka adalah M.Ikbal Maulana, Rendy Ashary, Ana Mahrurin dan Andre Oktavian Wijaya. Para mahasiswa tersebut, tergabung dalam tim Red Jaeger.

Disampaikan Ikbal, latar belakang dipilihnya budaya Sulawesi, sebagai ciri khas rancangan jembatan yang diberi nama Tudang Sipulung tersebut, tidak terlepas dari kebanggaan mereka akan kebudayaan tanah kelahiran keempatnya, yakni Sulawesi. Tudang Sipulung, bermakna duduk bersama atau musyawarah. “Kebetulan dalam tim Red Jaeger terdiri dari empat orang yang berasal dari Sulawesi. Sehingga kami memutuskan mengadopsi adat dari Sulawesi dalam rancangan jembatan Tudang Sipulung,” jelasnya saat memamerkan karyanya di Dome UMM, Kamis (3/1/2019).

Budaya yang diadopsi tersebut, mengambil ciri khas dari empat suku yang ada di Sulawesi, Ciri khas tersebut, digambarkan di rancangan jembatan. Empat suku tersebut, Makassar yang dicirikan dengan senjata Badik dan kapal Phinisi. Kemudian suku Bugis dengan tari Kipasnya, suku Toraja dengan warna corak dan suku Mandar dengan ukiran.

Ikbal (Kiri) dan para inisiator rancangan jembatan Tudang Supulung – Foto Agus Nurchaliq

Rancangan jembatan Tudang Sipulung, memiliki lebar 90 sentimeter, panjang empat meter dan tinggi 60 sentimeter. Sedangkan berat total keseluruhan rancangan jembatan adalah 80 kilogram. “Kemarin waktu di uji, lendutannya juga kecil sekitar 2,175 milimeter atau hanya 10 persen dari lendutan yang diizinkan yakni 15 milimeter,” terangnya.

Sedangkan untuk bahan yang digunakan adalah material canai dingin atau baja ringan, bahan yang dikenal ramah lingkungan. Keunggulan dari rancangan tersebut adalah, dari sisi berat komponen yang relatif ringan, sehingga dapat digunakan sebagai komponen struktural pengganti. “Disain jembatan Tudang Sipulung dibuat dengan memaksimalkan penggunaan bahan yang ada tanpa mengurangi kekuatan struktur,” sebutnya.

Berkat kelebihannya tersebut, rancangan jembatan Tudang Sipulung, menyabet Juara 1 kategori Jembatan Canai Dingin terkokoh pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV, yang diadakan di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar. “Alhamdulillah pada bulan Desember kemarin, tim Red Jaeger dengan jembatan Tudang Sipulung berhasil menorehkan prestasi nasional dalam ajang KJI yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...