Mahasiswa UTS Australia Riset Gerakan Menolak Rokok di Ambon

AMBON — Mahasiswa University Of Technology Sydney (UTS) Australia melakukan riset gerakan menolak rokok di kota Ambon, Maluku.

“Riset gerakan menolak rokok yang dilakukan puluhan mahasiswa UTS itu, merupakan upaya untuk menurunkan angka prevalensi perokok di kota Ambon,” kata Dosen University Of Technology Sydney (UTS) Australia, Jessica Lea Dunn di Ambon, Rabu (23/1/2019).

“Para mahasiswa melakukan riset di sejumlah lokasi di kota Ambon dalam berbagai bentuk seperti workshop, kunjungan ke sekolah dan Puskesmas, serta project mural gerakan menolak rokok,” katanya.

Menurut dia, riset yang dilakukan mahasiswa juga menghasilkan sejumlah masukan bagi Pemerintah Kota Ambon yakni tersedianya ruang terbuka dan transportasi umum yang bebas asap rokok.

“Pengamatan yang dilakukan menghasilkan masukan bagi Pemkot Ambon yakni bagaimana tersedianya ruang bebas rokok, serta angkot bebas asap rokok, mengingat dampak yang ditimbulkan dari rokok bagi perokok aktif maupun pasif,” katanya.

Jessica menjelaskan, upaya yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk hubungan kerjasama Indonesia dan Australia, selain itu letak kota Ambon yang sangat dekat dengan Australia.

“Selain menjalin hubungan kerjasama yang terpenting juga karena komitmen yang tinggi dari kota Ambon untuk menurunkan angka prevelensi perokok di kota ini,” ujarnya.

Bukan hanya melakukan riset tetapi pihaknya bekerjasama dengan organisasi Vital Strategies dan Pemkot Ambon akan melakukan kampanye “Beta Seng Mau Rokok”.

Kampanye “Seng Mau Rokok” akan dikemas dalam bentuk festival yang akan dilaksanakan 21-26 Januari 2019, dan puncaknya adalah pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) “Beta Seng Mau Rokok”.

Sementara itu perwakilan Vital Strategies, Ancha menyatakan, kota Ambon menjadi lokasi pelaksanaan kampanye karena Ambon memiliki komitmen yang tinggi menerapkan kawasan tanpa rokok, dengan memanfatkan ciri khas dan melibatkan masyarakat.

“Yang terpenting juga adalah kehadiran para mahasiswa mereka dapat mempelajari budaya lokal dan ketika kembali akan ada transfer budaya ke Sidney, Australia,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan kampanye dimulai 21 – 26 Januari yakni workshop yang melibatkan komunitas fotografi, yang mengajarkan teknik desain grafis, serta cara membuat poster dan leaflet yang menarik.

“Puncak acaranya akan dilaksanakan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ‘Beta Seng Mau Rokok’ yang melibatkan seluruh masyarakat, dan dipusatkan di Desa Rumah Tiga yakni di bawah Jembatan Merah Putih,” kata Ancha. (Ant)

Lihat juga...