Malaysia Batalkan Proyek KA Cina

257
Ilustrasi bendera Malaysia - Foto: Dokumentasi CDN

KUALA LUMPUR – Musyawarah Kabinet Pemerintahan Malaysia, menyetujui penghentian proyek Laluan Rel Pantai Timur (ECRL). Kontrak kegiatan dengan Cina Communication Construction Company Ltd (CCCC), yang telah dihentikan sejak Juli 2018, disetujui untuk dibatalkan.

Menteri Perekonomian Malaysia, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali, mengemukakan hal itu ketika diwawancarai wartawan di Kuala Lumpur, Sabtu (26/1/2019). Pernyataan disampaikan, usai meresmikan Majelis Anugerah Kecemerlangan dan Musyawarah Agung.

“Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad telah mengambil keputusan, karena biaya untuk membangun ECRL ini terlalu besar, karena kita tidak mempunyai kemampuan keuangan,” kata mantan Menteri Besar Negara Bagian Selangor tersebut.

Azmin Ali menyebut, sekiranya proyek tersebut tidak diakhiri, tanggungan yang perlu dibiayai pemerintah adalah hampir RM 500 juta setahun. Karena biaya tersebut tidak mampu ditanggung maka proyek perlu dihentikan tanpa mempengaruhi hubungan baik dengan RRC. “Kita masih menyambut semua bentuk investasi dari Cina, namun persoalan ini akan kita teliti kasus per kasus berdasarkan kemampuan keuangan negara pada hari ini,” tambahnya.

Tentang nilai kompensasi kepada CCCC, Mohamed Azmin mengatakan, jumlah kompensasi yang perlu dibayar akibat pembatalan kontrak tersebut akan diteliti oleh Kementerian Keuangan. Penelitian melalui kajian wajar menyeluruh, untuk memastikan tidak membebani keuangan negara.

Azmin mengatakan, pemerintah juga belum memutuskan pihak pengembang baru bagi proyek ECRL. Sebaliknya, akan terus mengkaji permohonan investor baru ke dalam negara. Pembangunan ECRL semestinya dilakukan oleh CCCC dengan pembiayaan akan dipenuhi oleh Export-Import Bank of Cina (Exim Bank of Cina). Projek sepanjang 688.3 kilometer tersebut, akan menghubungkan Pelabuhan Klang di Selangor dengan Pengkalan Kubor di Kelantan. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...