Manfaatkan Lahan Tak Produktif, Kaltim Kembangkan Tanaman Sukun

Editor: Mahadeva

233
Tanaman Sukun- Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Untuk memanfaatkan keberadaan lahan tidak produktif dan terlantar, di 2019 Pemerintah Provinsi Kallimantan Timur mengembangkan tanaman sukun. Upaya tersebut, untuk mendukung program diversifikasi atau penganekaragaman bahan pangan.

Gubernur Kaltim Osran Noor – Foto Ferry Cahyanti

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, diversifikasi pangan merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan. Programnya, untuk mengurangi beban konsumsi beras yang kini semakin tinggi. “Saat ini konsumsi beras setiap tahun semakin meningkat. Penduduk kita bertambah, dan kondisi akan semakin rumit, ketika suplai pangan utamanya beras tidak sebanding dengan kebututuhan masyarakat,” ucapnya, Senin (14/1/2019).

Diversifikasi pangan diperlukan, dan sukun menjadi pilihan di Kalimantan Timur. Tanaman tersebut akan mulai dikembangkan di 2019. “Diversifikasi pangan perlu, dan sukun mulai kita kembangkan pada 2019 ini,” tandas Isran Noor.

Gubernur menyebut, konsumsi beras saat ini 113 kilogram (Kg) per kapita per tahun. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat sekira 70 ribu ton pertahun. “Tapi kalau itu diturunkan menjadi 85 kg per kapita per tahun, maka kita masih kekurangan sekitar 35 sampai 40 ribu ton per tahun,” sebutnya.

Masyarakat harus mengubah dan mengurangi pola makan beras yang semakin besar. Hal itu untuk mengurangi ketergantungan kepada beras. Sumber pangan lain yang mengandung karbohidrat pengganti beras masih banyak.

Isran Noor menyatakan, untuk sektor pertanian, Kaltim memiliki potensi yang besar. Memiliki lahan yang cukup besar. Namun demikian, masih menghadapi permasalahan pangan. Khususnya komoditi beras, yang masih mengalami kekurangan produksi, sehingga harus mendatangkan dari daerah lain. “Tanaman sukun tidak semata untuk produksi dan konsumsi tetapi jenis tanaman ini mampu memperbaiki kondisi lingkungan dan hutan,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...