hut

Masa Suporter Demo Konggres Tahunan PSSI

Editor: Mahadeva

BADUNG – Kongres tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Bali, Minggu (201/1/2019), di demo. Masa yang menamakan diri Perkumpulan Perwakilan Suporter Sepakbola Seluruh Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk kawasan Nusa Dua Bali.

Masa pendemo melakukan aksi longmarch, ke depan pintu gerbang salah satu hotel yang menjadi tempat berlangsungnya Kongres PSSI. Selama longmarch masa meneriakan yel-yel dukungan terhadap PSSI, untuk bebas dari mafia sepak bola.

Andi Peci selaku Juru Bicara perwakilan suporter yang menggelar unjuk rasa saat kongres PSSI berlangsung di salah satu hotel di Bali.-Foto: Sultan Anshori

Andi Peci, Juru Bicara masa aksi menjelaskan, kedatangan para pendemo sebagai kepedulian kepada PSSI. Aksi demonstrasi untuk meminta pengurus PSSI mengatasi karut-marut di tubuh PSSI. “Teman-teman dari perwakilan suporter datang ke Bali. Jadi persoalan sepak bola nasional memang saat ini terjadi karut-marut. Kami datang kesini sebagai bentuk kepedulian atas sepakbola nasional. Kehadiran kami ini, bukan dalam konteks meracau sepak bola nasional. Kita datang kesini sebagai bagian kecintaan terhadap sepakbola nasional,” ucap Andi Cepi.

Kedatangannya masa ke Bali, disebut Andi, membawa isu untuk mendorong agar kongres tahunan bisa menghasilkan sesuatu yang revolusioner. “Sesuatu yang membumi untuk sepakbola itu sendiri. Apa itu, iya sepak bolanya harus bersih,” tandasnya.

Masa suporter juga mendorong satgas mafia sepak bola, untuk segera menangkapi siapapun yang terlibat dalam praktek-praktek sepak bola kotor di Indonesia. Satgas dibutuhkan untuk menghindari praktik kotor di dunia persepakbolaan.

“Kami dari suporter ini bukan menilai mundur tindak ketua umum. Tapi yang bisa kita nilai adalah, agar semua-nya sadar diri, bahwa ketika ada 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, artinya bukan sekedar oknum itu sudah sistemik. Artinya, jika Bapak Edy Rahmayadi sudah mundur, seharusnya diikuti oleh orang-orang lama, yang terlibat dalam lingkaran kebusukan sepak bola nasional. Jadi yang lain, harus tahu diri, tidak hanya Bapak Edy saja yang mengundurkan diri,” tutur pria asal Surabaya tersebut.

Lihat juga...