Masyarakat Riau Berharap di 2019 Tak Ada Lagi Karhutla

203
Karhutla, ilustrasi -Dok: CDN

PEKANBARU — Masyarakat Provinsi Riau berharap tahun 2019 tidak ada lagi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saban tahun melanda Bumi Lancang Kuning tersebut selama dua dekade terakhir.

Warga menilai meskipun Provinsi Riau terbebas dari bencana kabut asap akibat Karhutla selama tiga tahun berturut-turut, namun kebakaran masih saja terus terjadi.

“Kedepan semoga tidak ada lagi kebakaran yang menguras tenaga dan biaya serta mengancam satwa,” kata Imelda, salah seorang mahasiswa di Pekanbaru, Senin malam (31/12/2018).

Imelda yang merupakan mahasiswa ilmu lingkungan salah satu perguruan tinggi di ibukota Provinsi Riau itu mengatakan kebakaran dapat benar-benar ditiadakan jika aturan tegas ditegakkan.

Dia menilai kebakaran di Riau, 99 persen merupakan akibat kesengajaan atau ulah manusia. Sehingga, dia sangat meyakini jika aturan tegas diterapkan, maka kebakaran tak lagi menjadi pekerjaan bagi pemerintah.

Pada 2018 ini, Riau berhasil terbebas dari kabut asap selama tiga tahun berturut-turut. Meski tidak terjadi kabut asap, namun kebakaran masih saja terjadi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, tercatat sedikitnya 5.700 hektare lahan di Riau hangus terbakar sepanjang 2018. Lahan gambut di Kabupaten Meranti, Bengkalis, Rokan Hilir hingga Kota Dumai merupakan yang terparah mengalami kebakaran.

Hampir sepanjang tahun pula Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga Karhutla, yang sempat satu kali mengalami perpanjangan. Sejumlah helikopter pengebom air juga dikirim BNPB untuk membantu proses pemadaman. Jutaan liter air dicurahkan ke titik-titik guna memaksimalkan penanggulangan.

Untuk itu, Imelda berharap tahun 2019 harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk dapat menekan angka Karhutla semininal mungkin. “Hingga tanpa kebakaran lagi. Saya sangat berharap cerita Karhutla tak lagi identik dengan Riau,” ujarnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...