Mekarsari Kembangkan Potensi Buah ‘Srikaya Raksasa’

Editor: Koko Triarko

791

JAKARTA – Di Malinau Kalimantan Timur,  Biriba atau Srikaya Raksasa tumbuh secara luas.  Walaupun belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,  Biriba dinilai potensial sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomis.  Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari, Junaedi, mengatakan secara tampilan Biriba mempunyai kemiripan dengan Srikaya biasa. 

“Biriba ini satu family dengan sirsak dan srikaya,  yaitu Anonaceae.  Tapi genus-nya Rollinia dan species-nya Deliciosa. Tampilan luarnya mirip srikaya hanya punya tonjolan kulit yang lebih panjang dibandingkan srikaya. Saat matang, kulit biriba akan berubah kuning gading,” kata Junaedi, di Kebun Blok D Taman Buah Mekarsari,  Rabu (23/1/2019).

Bunga Biriba yang modelnya tertutup, sehingga menyulitkan penyerbukan. -Foto: Ranny Supusepa

Tapi,  Junaedi menyatakan ada satu masalah yang harus dihadapi saat pengembangbiakan Biriba. Yaitu, bunga Biriba memiliki putik yang tertutup. Sehingga akan menyulitkan proses penyerbukan.

“Biriba ini bunganya banyak, tapi jarang yang jadi buah.  Karena putiknya tertutup. Kalau terjadi penyerbukan, itu biasanya dibantu oleh angin. Di Mekarsari, kita memperbanyak pohon Biriba dengan menggunakan bijinya,” kata Jun, demikian biasa dipanggil.

Biji Biriba berwarna hitam. Berada di dalam daging buahnya yang berwarna putih. “Rasa daging buahnya sama dengan Srikaya, manis.  Bedanya,  tekstur daging buahnya lebih kental,” ujar Jun, seraya menunjukkan pohon Biriba yang sudah ditanam di areal tanaman langka Taman Buah Mekarsari sejak 2007.

Dari bijinya ini, Biriba akan mulai berbunga dan berbuah pada tahun keempat atau tahun kelima. “Pohon yang ada di Mekarsari ini baru mulai belajar berbunga pada 2011. Kalau mau cepat,  kita bisa menyambung batang yang sudah ada bunga ke pohon yang kita tanam dari biji. Dengan teknologi perbanyakan tanaman seperti itu,  bisa berbuah dalam waktu 2 tahun,” ucap Jun.

Jun menjelaskan, Biriba dapat tumbuh dengan baik di daerah panas dan agak lembab. “Sampai 400 meter,  itu masih bisa tumbuh dengan baik. Dan, Biriba ini membutuhkan pohon pelindung. Tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Di Blok D,  yang khusus tanaman langka ini,  kita punya 15 pohon Biriba,” kata Jun.

Peluang Biriba menjadi komoditas unggulan sangat besar. Karena rasanya enak dan memiliki berat buah yang mampu mencapai 750 gram hingga 1 kilogram.

“Kalau kita googling, harga per buahnya, paling murah Rp100 ribu. Hanya, memang buah ini belum dikenal masyarakat dan pengembangbiakannya agak susah,” ucap Jun.

Beberapa manfaat Biriba adalah mampu menurunkan kadar kolesterol tubuh dengan adanya kandungan niasin, serat daging buahnya yang banyak bermanfaat untuk menjaga sistem pencernaan dan memiliki kandungan vitamin C sebagai antioksidan.

Lihat juga...