Mengenal Lebih Dekat Kampung Sains Karangkajen Yogyakarta

Editor: Satmoko Budi Santoso

179

YOGYAKARTA – Sepintas Kampung Karangkajen, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta, tak ubahnya seperti kampung di tengah kota pada umumnya.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, kampung yang terletak di sisi selatan kota Yogyakarta ini mulai dikenal luas dan banyak dikunjungi sejumlah sekolah maupun kelompok masyarakat dari berbagai daerah.

Hal itu tak lepas dari penetapan kampung ini sebagai satu-satunya Kampung Sains yang ada di DIY. Lalu apakah itu kampung sains?

Kampung Sains merupakan salah satu program inovasi dari pemerintah Kota Yogyakarta, untuk lebih memasyarakatkan sains. Sains atau ilmu pengetahuan alam yang selama ini dikenal rumit, diajarkan dan diaplikasikan dengan cara paling sederhana.

Ditetapkan sejak 2017 lalu, Kampung Sains Karangkajen, rutin menggelar berbagai kegiatan terkait sains setiap minggu. Di kampung ini anak-anak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, bisa belajar mengenal dan mempraktikkan sains dengan kegiatan yang menyenangkan.

Ketua Kampung Sains Karangkajen, Indra Suryanto, mengatakan, ada sejumlah kegiatan pembelajaran tentang sains yang terdapat di kampung ini. Yakni pojok robotik, yang mempraktikkan cara kerja dan sistem perakitan robot sederhana. Pojok Roket Air yang mempelajari sistem kerja roket air dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

Pojok Ekoprint yang mempraktikkan pemindahan warna maupun bentuk daun tumbuhan ke media kain menjadi semacam batik. Hingga Pojok Simpel Sains berupa pembelajaran sains dengan cara bermain dan bercerita.

Ketua Kampung Sains Karangkajen Indra Suryanto – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Selama ini orang menganggap sains itu sulit, rumit dan sebagainya. Padahal, sebenarnya tidak. Bahkan kita sering mempraktikkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja kita tidak menyadarinya. Melalui kegiatan di sini, kita mengajak masyarakat mengenal sains lebih dekat. Bahwa belajar sains itu tidak sulit, tidak mahal dan bisa dilakukan dengan cara menyenangkan,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Dalam seminggu, Indra mengatakan, sedikitnya ada 1-2 kelompok datang untuk belajar sains. Mereka mayoritas adalah siswa sekolah atau pun ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya berasal dari wilayah DIY, sejumlah pengunjung Kampung Sains Karangkajen ini ternyata juga banyak yang berasal dari luar daerah seperti Solo, Trenggalek, Kediri, bahkan hingga turis asal Singapura.

“Untuk anak sekolah biasanya tertarik mempelajari sains lewat kegiatan roket air. Di situ mereka mempraktikkan pembuatan roket air dari bahan kardus dan botol bekas. Sementara untuk pojok ekoprint lebih banyak diikuti ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Adanya kampung sains ini sendiri ternyata memberikan dampak secara ekonomi bagi warga masyarakat. Sebagai salah satu alternatif wisata edukatif, banyaknya pengunjung yang datang ke kampung ini membuat ekonomi kampung Karangkajen tumbuh.

“Akhirnya kampung ini jadi tujuan wisata edukasi. Tapi yang kita tawarkan bukan wisata alam, namun lebih kepada trip sains untuk anak-anak sekolah maupun kelompok masyarakat,” ujarnya.

Satu kali trip ke Kampung Sains Karangkajen sendiri, pihak pengelola mematok tarif yang terbilang sangat murah. Yakni mulai dari Rp25 ribu per orang. Dengan tarif tersebut, mereka sudah mendapatkan fasilitas praktik di sejumlah pojok-pojok sains yang disediakan.

“Kita juga libatkan pemuda dan mahasiswa yang ada di kampung sebagai trainer. Sementara ibu-ibu pelaku UKM yang menyiapkan snack dan makanan. Bahkan unit kegiatan bank sampah juga kita ajak bergabung dalam menyiapkan kebutuhan bahan bekas untuk praktik roket air,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...