Meski Tenang, Kegempaan Masih Terjadi di GAK

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung Selatan, Kamis (31/1/2019) terlihat tenang. Namun demikian, aktivitas kegempaan masih terjadi di gunung berapi yang berada di Selat Sunda tersebut.

Berdasarkan catatan kegempaan, GAK mengalami aktivitas kegempaan vulkanik dua kali, dengan amplitudo 7 hingga 9 mm. Selain itu, terjadi kegempaan tektonik lokal satu kali, dengan amplitudo 9 mm. Kemudian ada aktivitas kegempaan vulkanik dangkal dan aktivitas tektonik lokal satu kali, dengan amplitudo 9 mm, berdurasi 18 detik.

“Tiga hari sebelumnya tidak tercatat adanya aktivitas kegempaan pada Gunung Anak Krakatau, namun baru pada Kamis ini, terlihat ada aktivitas kegempaan meski jumlahnya tidak banyak dengan adanya tremor menerus,” terang Andi Suardi kepala pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, Kamis (31/1/2019).

Data Magma Volcanic Activity Report (VAR), gunung dengan tinggi 110 meter di atas permukaan laut tersebut, terlihat cerah. Secara meteorologi, angin bertiup lemah ke arah timur, suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat celcius. Sesuai data Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), puncak letusan GAK sejak September hingga November 2018, terjadi pada Sabtu (22/12/2018) saat tsunami menerjang Banten dan Lampung. Berdasarkan kondisi tersebut disimpulkan, tingkat aktivitas GAK masih di Level III atau siaga. Masyarakat dan wisatawan, tidak diperbolehkan mendekati kawah di radius lima kilometer dari kawah.

Lihat juga...