Warga Ponelo Siap Nikmati BBM Satu Harga

237

GORONTALO – Warga di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, segera menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan satu harga.

“Satu unit sub penyalur BBM jenis premium penugasan dan solar, dipastikan mulai beroperasi pekan depan untuk mewujudkan BBM satu harga agar bisa dinikmati masyarakat di wilayah kepulauan ini,” ujar Kasubbag Perekonomian Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Dumran Ahmad, di Gorontalo, Kamis.

Pemerintah daerah kata ia, telah mendampingi kunjungan pihak BPH Migas dan Pertamina, yang melihat kesiapan sub penyalur yang berlokasi di Desa Ponelo.

Jika sebelumnya masyarakat membeli premium dalam bentuk eceran hingga mencapai Rp10 ribu/liter. Namun kini, masyarakat Ponelo Kepulauan bisa membeli premium dengan harga yang sama di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rp6.450/liter dan solar Rp5.150/liter, ditambah Rp1.200/liter untuk biaya transportasi pengangkutan dari darat ke pulau itu, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati tahun 2017.

Pihak sub penyalur, akan melakukan pengisian 500 liter untuk masing-masing BBM, di SPBU terdekat, untuk melayani keperluan masyarakat.

Realisasi BBM satu harga itu, kata Dumran, adalah jawaban aspirasi masyarakat kepada pemerintah yang disampaikan melalui kelompok nelayan, kelompok tani dan seluruh masyarakat di daerah itu.

Penempatan depo sub penyalur pun sengaja dibangun di pesisir pantai, untuk memudahkan nelayan dalam memenuhi keperluan bahan bakar.

“Kesiapan dan faktor keamanannya telah ditinjau langsung pihak BPH Migas dan Pertamina, untuk memastikan operasionalnya,” ujar Dumran.

Ia berharap, masyarakat memanfaatkan fasilitas itu dengan baik, digunakan sesuai peruntukan agar benar-benar dinikmati sesuai tujuan penerapan BBM satu harga.

“Jangan ada yang berebutan membeli BBM untuk dijual lagi, sebab fasilitas ini disiapkan untuk keperluan masyarakat sesuai peruntukannya,” ujar Dumran.

Sementara itu, warga Ponelo, Uyon Laloda mengaku, sangat bersyukur atas penerapan BBM satu harga di wilayah itu.

“Kami warga di kepulauan tidak akan sulit lagi membeli BBM dengan harga tinggi. Sebab selama ini masyarakat khususnya nelayan dan pemilik taksi perahu, harus membeli bensin maupun solar yang diecer dengan harga tinggi,” ujarnya.

Saat BBM sulit dijumpai kata ia, seringkali masyarakat membeli bensin eceran dengan harga mencapai Rp15 ribu per liter.

Maka, fasilitas sub penyalur BBM satu harga yang sudah dihadirkan pemerintah, sangat menguntungkan aktivitas perekonomian masyarakat pulau Ponelo. (Ant)

Lihat juga...