Mode Perang Mengalami Disrupsi

212

JAKARTA – Mode perang saat ini sudah mengalami disrupsi. Bukan tidak mungkin, kedepan perang yang terjadi, bisa saja melawan robot, drone, atau senjata tanpa awak. Hal tersebut menjadi ekses dari perkembangan teknologi yang terjadi saat ini.

“Ancaman lain yang juga bergerak semakin kompleks adalah teknologi perang. Saat ini mode perang mengalami disrupsi. Sehingga kedepan, kita bisa saja bertempur melawan robot, drone, atau senjata tanpa awak atau mode asimetris lainnya,” tandas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke Cendana News, Jumat (11/1/2019).

Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut, Revolusi Industri 4.0 dengan teknologi informasinya, menyebabkan terjadinya banjir informasi. Hal tersebut membuat upaya untuk memilah dan diverifikasi kebenaran informasi menjadi sulit dilakukan.

Media Sosial, kini tidak sekedar menjadi media komunikasi, tetapi cenderung menjadi media provokasi dan adu domba. “Tanpa disadari, kita yang awalnya toleran kini menjadi beringas dan mudah terbakar amarah. Dengan mudah kita mencaci dan menghujat tanpa arah. Sehingga tanpa disadari bangsa ini menjadi rentan untuk terpecah,” tandasnya lebih lanjut, dalam sambutan saat memimpin Apel Khusus Satuan Marinir beserta kendaraan tempur di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jumat (11/1/2019).

Dengan kondisi demikian, Korps Marinir diminta tidak boleh berpuas diri dengan segala keberhasilannya. Harus melakukan adaptasi cepat, terhadap berbagai kemajuan dan perubahan yang ada. “Ingatlah filosofi kemampuan seorang Marinir sebagai pasukan perintis, yang mampu hidup dan bersenyawa dengan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Prajurit Marinir adalah prajurit pilihan, yang senantiasa membina diri dan pantang menyerah. Dalam sejarah bangsa, satuan Marinir telah membuktikan sebagai kesatuan kunci keutuhan NKRI. Sebagai prajurit, khususnya Marinir, sudah ditempa untuk menjadi garda terdepan negara. Hal tersebut bukan hanya kiasan melainkan juga suatu kenyataan.

“Marinir adalah ujung tombak dalam setiap pendaratan. Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, sebesar apapun tantangan yang menghadang, Marinir tidak boleh goyah dan harus mampu bertahan sebagai perintis, karena untuk itulah kalian dibentuk. Dalam konteks ini, NKRI adalah harga mati,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S, Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A., Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo, Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi.

Baca Juga
Lihat juga...