Monang Pardede, Sukses Kembangkan Sintha Hingga Beromset Jutaan

Editor: Mahadeva

Monang Pardede, sukses mengolah Singkong Thailand (Shinta) menjadi bisnis dengan omset puluhan jutaan – Foto M Amin

BEKASI – Berawal dari hob suka dengan makanan  berbahan singkong, mendorong Monang Pardede, berpikir untuk mengolah singkong menjadi makanan berkualitas. Hal itu agar olahan singkong, bisa dipasarkan menjadi bisnis dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Memulai bisnis eksprimen Singkong Thailand (Sintha) sejak 2015, responnya cukup bagus. Sekarang omsetnya lumayan bisa puluhan juta sebulan,” ungkap Monang Pardede, kepada Cendana News, di tempat usahanya di Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (8/1/2019).

Monang, menjalankan bisnis tersebut, karena melihat banyak masyarakat, suka makanan Junkfood, hamburger. Sehingga terlintas di dalam benaknya, untuk mengembangkan potensi yang ada di Indonesia seperti singkong, menjadi makanan olahan dengan citarasa tersendiri. Singkong, sebagai bahan baku cukup melimpah dan mudah di dapat di pasar-pasar yang ada di Kota Bekasi. Harganya di kisaran Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per-kilogram. Namun demikian, untuk menjaga kualitas, Monang memilih untuk berlangganan khusus kepada penyuplai bahan baku singkong.

Dari usaha yang dilajukan singkong thailand masih yang terbaik untuk diolah. “Singkong ini ada 16 jenisnya. Enam jenis bisa dimakan atau untuk kue, dan satu yang terbaik dan ini yang dipakai untuk olahan Sintha yang saya produksi dan pasarkan,” papar Monang.

Dari usahanya Monang sebulan menghabiskan bahan baku singkong mencapai enam ton. Menjaga higienis produksi Sintha, menjadi kunci sukses Monang mengembangkan bisnisnya. Memilih bahan baku organik, semua diolah dengan cara manual. Singkong, gula, sedikit garam dan santan kelapa diolah untuk menjadi kuliner yang khas. Dalam pengolahan, Dia dibantu 10 orang karyawan, dengan memberdayakan warga sekitar.

Proses memasak, singkong Thailand direbus dengan suhu yang cukup dan waktu yang lama. Hal itu untuk menghasilkan citarasa lembut. Sebelum direbus, singkong dicincang dadu ukuran 2×2 sentimeter. “Setelahnya diberi campuran, seperti sagu dan gula. Untuk santan belakangan. Baru di cup dengan ukuran 300 mili. Agar lebih menarik maka ditambah topping keju,” tandas Monang.

Dalam pengembangan usahanya, Monang melakukan penjualan sistem reseller dan princes. Saat ini, sudah ada 200 reseller, yang tersebar di Bekasi dan Jakarta. Untuk harga jual ukuran 300 milimeter, harga reseller Rp5.000.  Dengan produkai sehari mencapai 1.500 cup, artinya bahan baku singkong sehari bisa mencapai 300 kilogram.

Lihat juga...